Untuk menjadi pengusaha tidaklah mudah, membutuhkan banyak perjuangan agar menjadi pengusaha yang sukses. Mental seorang pengusaha juga harus kuat, harus jago memanfaatkan peluang agar mendapatkan profit yang banyak. Kampus Bisnis Umar Usman, memiliki program khusus agar lulusannya memiliki mental pengusaha yang hebat.
Pada tahun ini program tersebut diberi nama Bandung Challenge. Program tersebut dilaksanakan pada tanggal 5-7 Januari 2016 kemarin. Program yang sudah diadakan empat kali ini memberikan tantangan kepada mahasiswanya untuk survive. Mereka dilepas di kawasan Bandung dengan hanya bermodalkan KTP dan Tanda Pengenal Kampus. Barang-barang seperti dompet, handphone, dan juga perhiasan disita oleh pihak kampus.
“Tujuan program ini untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah diajarkan di semester satu. Seperti teknik menjual produk, public speaking, negosiasi,” Ujar Agus Subagio, Ketua Prodi Management Marketing Kampus Bisnis Umar Usman.
Tujuan utama program ini adalah untuk mengasah mental mahasiswa. Karena kebanyakan mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman berlatar belakang keluarga ekonomi menengah atas. “Yang paling penting itu untuk mengasah mental mereka, agar mereka dapat menyadari bahwa sebuah bisnis harus dimualai dari nol, dan tidak terpaku dengan modal dari orang tua mereka,” lanjut Agus.
Tahun ini ada 60 mahasiswa yang mengikuti program ini. Dari 60 mahasiswa tersebut dipecah menjadi 12 kelompok, dengan komposisi masing-masing kelompok 3 orang pria, dan 2 orang wanita. Selama 3 hari 2 malam itu mahasiswa diharuskan tidur di Masjid, tidak boleh tidur di hotel, rumah saudara, ataupun rumah teman.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut ditantang dengan tanpa modal, harus membawa pulang uang sebesar Rp 3 juta. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 3 hari 2 malam. Dari membantu penjualan produk pengusaha-pengusaha yang ada di Bandung, mengembangkan strategi pasar, menawarkan jasa pembuatan internet marketing, hingga menjadi pengajar di sebuah universitas.
Dalam melepas mahasiswanya, Kampus Bisnis Umar Usman melarang mahasiswanya menjadi pengamen, menjual air mineral eceran dan lain-lain. “Pihak kamps menekankan mahasiswanya tidak mengamen atau meminta-meminta, karena itu bukan mental pengusaha,” kata Agus.
Hasil dari kegiatan ini tercatat ada beberapa kelompok yang mendapatkan profit hingga Rp4 juta, ada beberapa kelompok yang mengalami kerugian, bahkan ada yang sampai kebingungan untuk pulang ke Jakarta, sehingga mereka meminta pertolongan kepada Polisi.
“Warga Bandung ramah-ramah, selain itu tingkat krimialitas di bandung juga rendah, sehingga kami memutuskan Bandung menjadi destinasi dari program ini,” Kata Agus. Tahun depan direncanakan Yogyakarta yang akan menjadi destinasi program ini.




