JAKARTA – Disinyalir rusak karater anak-anak, sebuah sekolah keagamaan di Banglades bakar ratusan telepon genggam milik siswa. Ponsel-ponsel tersebut dilemparkan ke api unggun yang telah disiapkan di lapangan terdekat sekolah.
“Benda ini merusak karakter mereka,” kata Azizul Hoque, juru bicara Madrasah Darul Ulum Moinul Islam atau Sekolah Menengah Islam.
“Para siswa menggunakan internet di ponsel mereka sepanjang malam dan kemudian tertidur di kelas keesokan harinya. Orang tua mereka pun prihatin,” imbuhnya.
Dikutip dari AFP, Rabu (7/3), Hoque mengatakan sekolah tersebut sudah berdiri sangat lama, yakni 123 tahun. Hingga kini sudah 14.000 siswa yang terdaftar, dan tidak ada yang menentang adanya pemakaian teknologi.
Pihak sekolah menganggap ponsel mempunyai pengaruh negatif lebih besar dibanding positifnya. Tak sedikit masyarakat mengeluhkan dan mempertanyakan fatwa tentang penggunaan ponsel dalam agama Islam.
“Kami dibanjiri dengan surat-surat yang mencari fatwa terhadap penggunaan ponsel, karena banyak yang mengeluh bahwa gadget itu sering digunakan untuk urusan terkait birahi atau urusan seksualitas,” kata Hoque.
Bangladesh yang berpenduduk mayoritas muslim sepakat dengan aturan yang diterapkan di sekolah tersebut, namun ada juga yang menilai aksi pihak sekolah membakar posel milik para murid sangat berlebihan. Pihak sekolah diminta ganti rugi atas ponsel milik siswa yang dibakar.
Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengakui bahwa kualitas akademis di sekolah keagamaan memiliki lulusan terbaik sehingga memungkinkan lulusannya mendaftar untuk menjadi pegawai negeri.





