JAKARTA (KBK) – Memasuki musim kemarau, kebakaran lahan dan hutan di Indonesia semakin massif. Guna menanggulangi kebakaran tersebut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki sejumlah cara jitu.
Sunarno yang mewakili Direktur Kebakaran Hutan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan untuk meredam luasan lahan terbakar, pihaknya telah membuat sebuah tata kelola air.
“Pertama dengan tata kelola air sistem kanal blocking sehingga lahan gambut akan tetap basah. Kami sudah membuatnya sebanyak 21.036 unit,” ungkap Sunarno dalam media briefing kebakaran lahan dan hutan di Jakarta (8/8).
Sitem tata kelola air berikutnya dengan membangun 2.581 unit embung sebagai sumber air pemadaman dan mengintensifkan sebangak 11.941 sumur bor yang tersebar di Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim yang memiliki banyak lahan gambut.
Di luar infrastruktur tambah Sunarno KLHK juga menerjunkan SDM yang diberi nama Manggala Agni yang disebar di 37 daerah operasi dengan kekuatan 1.980 personil. “Ini seperti kopasusnya KLHK. Siap sedia terjun ke daerah kebakaran,” tambahnya.
Guna memaksimalkan pemadaman api di daerah rawan kebakaran KLHK juga merangkul masyarakat sekitar hutan.
“Namanha masyarakat peduli api. Tidak dibayar, hanya dilatih dengan pemberian peralatan pemadaman ringan. Sekarang jumlahnua ada 9.963 orang terdiri dari 664 regu,” ujar Sunarno.
Di bidang prasarana pemadaman kini KLHK juga menyiapkan 19 unit pesawat bomber bekerjasama dengan BNPB di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Menurut Sunarno pesawat tersebut juga bisa digunakan untuk membuat hujan buatan.
“Untuk sekarang kami menyiapkan 68,4 ton garam untuk hujan buatan tapi dengan catatan harus ada awan di daerah kebakaran,” pungkasnya





