Berjalan Tertatih, Saimin Tetap Semangat Kumpulkan Barang Bekas

kemiskinan
Foto dok Arief Witanto

JAKARTA – Langkah kaki Saimin terseok. Ia tertaih ketika papan beroda yang ia tarik semakin berat lantaran limbah plastik yang menggunung diatasnya.Sambil menahan sakit Saimin terus melanjutkan tujuannya, memilah sampah dihalaman orang.

Rupanya kepincangan Saimin disebabkan oleh paha kanannya yang retak.Disebut-sebut tulang kanan paha Saimin patah dua bagian setelah ditabrak truk. Akibat peristiwa itu kakinya mengalami bengkok. Kendati fisik tak menyokong pekerjaanya namun Saimin menolak belas kasih orang lain. Beberapa waktu lalu, cerita soal kehidupan Saimin beredar viral di media sosial.

Saimin merupakan warga RT 03 RW 02, Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang bekerja sebagai pemulung. Saimin hidup seorang diri tanpa adanya lampu penerangan di tengah kampung yang terang benderang.

Setiap hari ia akan berjalan keliling mencari barang bekas sambil menggeret papan beroda. Papan itu digunakan untuk membawa barang bekas yang berhasil dikumpulkan.
Ia berjalan tertatih-tatih.

Ialah netizen bernama Arif Witanto, yang memviralkan kehidupan Saimin di akun Facebooknya. Ia menuturkan bahwa peristiwa kecelakaan itu sudah terjadi cukup lama. Arief secara pribadi tak tahu apakah Saimin mendapat perawatan yang semestinya atau tidak setelah kejadian tersebut.

Menurut Arif, Saimin dianggap gila oleh warga sekitar karena bicaranya yang kemana-mana. Namun hal itu dibuktikan Arief dan tidak benr karena Saimin bisa menjawab dengan jelas.

“Kayanya kakek tidak punya jaminan kesehatan. Kemungkinan Saimin hanya memperoleh pemeriksaan serta perawatan biasa saja tanpa tindakan medis yang optimal dan selayaknya sehingga masih seperti itu,” tambah Arif.

Advertisement