
PADANG, (KBK) –Di usia yang tidak muda lagi, Suardi St Kayo (69 tahun) bertekad tetap mandiri. Suardi memiliki riwayat penyakit asma. Bahkan, di tahun 2011 ia pernah di operasi untuk membuka sumbatan jantung dan paru-paru. Hingga sekarang, ia rutin mengkonsumsi obat dokter setiap harinya.
“Saya bisa konsumsi obat sampai sekarang karena kedermawanan donatur,” seloroh beliau.
Bagaimana tidak, keadaan ekonomi yang terbatas ditimpal dengan biaya kebutuhan hidup sehari-hari, sempat menggeser urgensi kebutuhan untuk mengobati asmanya.
Namun jalan terang kembali terbuka saat ia mengajukan permohonan ke Dompet Dhuafa Singgalang awal 2016 lalu. Berangkat dari rumahnya di Jl. Sutan Syahrir, Kel. Mata Air, Padang Selatan, ia mendapat solusi mengatasi pernafasannya yang terganggu karena asma. Ia menjadi penerima manfaat tetap, dengan menerima penyaluran untuk menebus stok obat setiap bulannya.
“Mungkin memang tidak besar donasi yang disalurkan oleh Dompet Dhuafa Singgalang menebus obat Pak Suardi setiap bulannya, tapi kelegaan beliau yang tak perlu mengkhawatirkan lagi biaya pengobatan beliau, tentu menjadi kepuasan donatur yang ingin donasinya dapat bermanfaat.
Semoga semakin banyak yg berdonasi tentu semakin banyak org yg di bantu,” harap Layanan Mustahik (Lamusta) Dompet Dhuafa Singgalang, Fauzi Yandri pada Kamis (17/11). (nisa)




