JAKARTA – Belum pulihnya kondisi pasar perikanan dalam dua bulan terakhir mengakibatkan banyak nelayan, khususnya nelayan kecil yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarganya.
Menyambut lebaran tahun ini, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Jaringan Nelayan Matahari (JNM) dan Yayasan Kemanusiaan KADIN Indonesia menyalurkan paket bantuan sembako bagi keluarga nelayan kecil yang terdampak Covid-19 di Lamongan, Jawa Timur pada hari Sabtu, 23 Mei 2020.
“Kami menyalurkan paket sembako bagi keluarga nelayan di kecamatan Brondong, Lamongan. Kami upayakan untuk mendistribusikan bagi nelayan kecil yang paling rentan dan belum tersentuh oleh bantuan dari manapun”, ujar
Hendra Setia, Kepala Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa dalam keterangan tertulis yang diterima KBK news, Senin (25/5/2020).
Hendra Setia menjelaskan, bantuan paket sembako untuk nelayan ini berasal dari donasi publik selama bulan Ramadhan. Dari total donasi yang telah terhimpun ditambahkan oleh Yayasan Kemanusiaan KADIN Indonesia dengan jumlah donasi yang sama.
“Kami masih membuka kesempatan bagi siapapun untuk berpartisipasi. Donasi yang terhimpun selanjutnya akan kami salurkan untuk membantu keluarga nelayan yang terdampak Covid-19 di daerah lainnya”, tambah Hendra.
Dalam kesempatan yang sama, Sutia Budi, Ketua Jaringan Nelayan Matahari (JNM) menjelaskan bahwa bantuan paket sembako ini merupakan bagian dari realisasi program Rumah Ketahanan Pangan Nelayan (RKPN), yaitu program yang diinisiasi oleh JNM untuk membangun ketahanan pangan nelayan selama pandemi dan masa-masa paceklik.
“Rumah Ketahanan Pangan Nelayan (RKPN) selain menyalurkan bantuan pangan dari berbagai pihak juga menyediakan paket sembako murah bagi nelayan dan pelaku perikanan yang terdampak persebaran Covid-19”, ujar Sutia Budi.
Selain itu, menurut Sutia Budi, Rumah Ketahanan Pangan Nelayan (RKPN) sedang mengembangkan program Tabung Pangan, dimana nelayan dapat menyisihkan ikan tangkapannya untuk ditabung dan dikonversi dengan berbagai kebutuhan pokok. Bahan pokok akan diambil dari petani, peternak dan UMKM secara langsung.
Mengingat kondisi pandemic Covid-19 ini belum jelas kapan berakhirnya, Sutia Budi mengharapkan sinergi program ini akan terus berlanjut khususnya untuk mendorong ketahanan dan kemandirian nelayan dan pelaku perikanan.





