WONOGIRI – Tukinah, seorang ibu yang terpisah dengan anaknya, Paidi selama 36 tahun dan akhirnya bertemu kembali pada Selasa (5/9/2017) lalu, mengaku tidak akan lagi mengijinkan anaknya pergi merantau.
Diberitakan sebelumnya, keduanya terpisah karena Paidi yang saat itu berusia 18 tahun ikut tetangganya untuk merantau cari kerja ke Bengkulu. Hingga akhirnya Paidi berpisah dengan tetangganya disana, dan dia yang buta huruf tak dapat jalan untuk menghubungi keluarganya di Wonogiri.
Kini, setelah pertemuan keduanya dibantu seorang mubaligh, Muzammin dan menjadi viral di media sosial, Tukinah merasa sangat bahagia, karenanya ia tak akan pernah mau kehilangan anaknya lagi.
“Enggak boleh [berangkat merantau lagi], tak ganduli [saya larang]. Mending sirahku digebuki yen mangkat meneh [mending kepala saya dipukuli kalau dia berangkat lagi],” ujar Tukinah sambil mengusap air matanya, Kamis (8/9/2017), dikutip Solopos.
Kepulangan Paidi bagi Tukinah seperti mukjizat sekaligus jawaban dari doa yang selama ini ia panjatkan. Hampir setiap hari Tukinah berdoa semoga diberi umur panjang agar bisa bertemu kembali dengan anak keempat dari lima anaknya itu.
Saat Paidi akan berangkat ke Bengkulu ikut salah satu tetangganya bertransmigrasi, Tukinah mengaku sempat melarang Paidi. Namun, Paidi nekat berangkat merantau pada 1981 setelah menjual seekor kambing.
Selama 36 tahun di Bengkulu, Paidi hanya kerja serabutan karena ia tidak bisa membaca dan menulis. Bahkan di usianya yang sudah setengah abad lebih, Paidi belum menikah.
Kini, keduanya telah bertemu kembali dan menjadi kisah haru yang banyak diperbincangkan di media sosial.





