Bithumb Salah Transfer Bitcoin Rp674 Triliun ke Ratusan Pengguna, Begini Kronologinya

Platform perdagangan aset kripto asal Korea Selatan, Bithumb, mengalami kesalahan besar setelah secara tidak sengaja mentransfer sekitar 620.000 bitcoin dengan nilai lebih dari 40 miliar USD. (Foto: pixabay)

Jakarta, KBKNews.id — Platform perdagangan aset kripto asal Korea Selatan, Bithumb, mengalami kesalahan besar setelah secara tidak sengaja mentransfer sekitar 620.000 bitcoin dengan nilai lebih dari 40 miliar USD atau setara Rp674,4 triliun kepada ratusan pengguna. Insiden yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) itu langsung memicu gangguan operasional dan menarik perhatian otoritas keuangan setempat.

Kesalahan tersebut bermula dari program promosi yang seharusnya hanya memberikan hadiah uang tunai sebesar 1,37 USD atau sekitar Rp23.000 kepada setiap peserta. Namun, akibat kekeliruan sistem, masing-masing dari 695 pengguna justru menerima sekitar 2.000 bitcoin, jumlah yang nilainya jauh melampaui hadiah yang direncanakan.

Perdagangan Dihentikan, Mayoritas Dana Berhasil Dipulihkan

Begitu menyadari adanya kesalahan transfer dalam jumlah masif, manajemen Bithumb segera mengambil langkah darurat dengan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dan penarikan dana pada akun-akun yang terdampak. Tindakan cepat tersebut dilakukan hanya dalam waktu 35 menit sejak insiden terdeteksi.

Upaya pemulihan dana menunjukkan hasil signifikan. Perusahaan berhasil menarik kembali sekitar 99,7 persen bitcoin yang telah terkirim secara keliru. Adapun kerugian yang tersisa akan ditanggung sepenuhnya menggunakan dana internal perusahaan.

Insiden tersebut sempat mengguncang stabilitas harga bitcoin di dalam ekosistem Bithumb. Dilaporkan, harga aset digital itu sempat anjlok hingga 17 persen dan menyentuh level 81,1 juta won sebelum penutupan perdagangan.

Penurunan tajam ini terjadi karena sebagian penerima langsung menjual bitcoin yang mereka terima. Meski demikian, kondisi pasar dilaporkan kembali stabil dalam waktu sekitar lima menit, meskipun sejumlah transaksi terlanjur terjadi pada harga yang tidak ideal.

Bithumb Tegaskan Bukan akibat Peretasan

Manajemen Bithumb memastikan  insiden tersebut bukan disebabkan oleh serangan siber atau kebocoran sistem keamanan. Perusahaan menegaskan kesalahan murni berasal dari gangguan internal dalam proses distribusi hadiah promosi.

“Kami ingin menegaskan masalah ini tidak ada hubungannya dengan peretasan eksternal atau pelanggaran keamanan, dan tidak ada masalah dengan keamanan sistem atau pengelolaan aset pelanggan,” ujar pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.

Selain menyampaikan permintaan maaf, Bithumb juga mengakui insiden tersebut telah menimbulkan kebingungan dan ketidaknyamanan bagi para pengguna.

Perusahaan Siapkan Kompensasi dan Perkuat Sistem Pengawasan

Sebagai bentuk tanggung jawab, Bithumb menyiapkan paket kompensasi bagi pengguna yang terdampak. Perusahaan berjanji akan menutup selisih harga yang timbul akibat transaksi yang terpengaruh insiden tersebut, sekaligus memberikan tambahan bonus sebesar 10 persen.

Selain itu, seluruh pengguna aktif pada saat kejadian juga akan menerima kompensasi tunai sebesar 13,66 USD atau sekitar Rp230.000, serta pembebasan biaya transaksi untuk periode tertentu.

Chief Executive Officer Bithumb, Lee Jae-won, menyatakan perusahaan akan menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran penting dalam meningkatkan keandalan sistem.

“Kami akan menjadikan kecelakaan ini sebagai pelajaran dan memprioritaskan ‘kepercayaan dan ketenangan pikiran pelanggan’ daripada pertumbuhan eksternal,” ujarnya.

Ke depan, perusahaan berkomitmen memperketat prosedur pengawasan internal dan mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi transaksi abnormal secara lebih dini.

Regulator Keuangan Mulai Lakukan Investigasi

Otoritas Jasa Keuangan Korea Selatan atau Financial Supervisory Service (FSS) segera menggelar rapat darurat setelah insiden tersebut terjadi. Regulator menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan yang berlaku di industri aset digital.

Bithumb menyatakan siap bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas dalam proses investigasi. Kasus ini diperkirakan akan memperkuat dorongan bagi regulator untuk memperketat pengawasan terhadap industri kripto yang terus berkembang pesat.

Peristiwa ini juga terjadi di tengah volatilitas harga bitcoin global yang mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap pasar aset digital yang masih menghadapi tantangan stabilitas dan kepercayaan investor.

Insiden kesalahan transfer dalam jumlah besar sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru di sektor keuangan. Pada April 2024, Citigroup pernah melakukan kesalahan transfer dana dalam jumlah sangat besar akibat kekeliruan input, meskipun transaksi tersebut akhirnya berhasil dibatalkan dalam waktu singkat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here