BMKG: Angin Kencang di Jawa Barat akibat Topan Neoguri dan Bualoi di Filipina

Ilustrasi pohon tumbang/ liputan6.com

BANDUNG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengatakan angin kencang yang terjadi di wilayah Jawa Barat disebabkan Typhoon Neoguri di Samudera Pasifik sebelah utara Filipina

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan Siklon Tropis Bualoi di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina juga mempengaruhi pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dari Timur – Tenggara hingga kecepatan 9 – 43 km/jam.

“Seluruh wilayah Jawa Barat mengalami kenaikan kecepatan angin yang cukup signifikan sejak Ahad 20 Oktober 2019,” kata Tony, Senin (21/10/2019).

Ia menjelaskan terdapatnya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara wilayah belahan bumi selatan (BBS) dan belahan bumi utara (BBU). Ini menyebabkan terbentuknya lintasan arus kecepatan angin yang kencang dalam jalur sempit di atmosfer (Jetstream).

Menurutnya berdasarkan pola sebaran angin lapisan 925 – 700 mb terpantau lintasan Jetstream yang memanjang dari Laut Arafura sebelah selatan Papua hingga Laut Jawa, kondisi ini menyebabkan peningkatan rata-rata kecepatan angin maksimum harian diantaranya di sebagian besar Jawa Barat.

Selain itu,  kondisi ini juga dipengaruhi karena Indonesia memasuki peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan. “Pada bulan Oktober 2019 beberapa wilayah Jawa Barat memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, sehingga berpotensi terjadinya cuaca ekstrim diantaranya angin kencang,” ujarnya, dikutip Republika.coi.id.

Sebelumnya diberitakan puluhan pohon tumbang di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan ada beberapa pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

Advertisement