BMKG Catat 3.378 Gempa di NTB

LOMBOK – Sepangjang tahun 2018 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.378  gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya dengan 192 kejadian gempa yang dirasakan.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Agus Riyanto mengatakan aktivitas kegempaan di NTB selama 2018 tercatat cukup tinggi akibat dampak dari kejadian gempa Lombok yang terjadi selama Juli hingga Agustus 2018.

Kejadian gempa di NTB meliputi 3.012 kejadian gempa dengan kedalaman dangkal (h < 60 km), 342 kejadian gempa dengan kedalaman menengah (60 ≤ h ≤ 300 km), dan 24 kejadian gempa dengan kedalaman dalam (h > 300 km). Ia menjelaskan, terdapat 1.533 gempa bumi dengan magnitudo kurang dari 3.0, 1.778 gempa dengan magnitudo antara 3.0 sampai 5.0, dan 67 gempa dengan magnitudo lebih dari 5.0.

Agus menjelaskan NTB merupakan wilayah yang memiliki potensi cukup besar di bidang pariwisata karena keindahan alam dan budayanya. Namun di balik itu semua, wilayah NTB juga memiliki potensi terhadap bencana yang cukup besar khususnya bencana gempa bumi.

Agus menambahkan, dikutip Republika, di NTB dan sekitarnya memiliki dua generator sumber gempa yang pertama. Pertama, zona pertemuan Lempeng Indo Australia dengan Lempeng Eurasia di sebelah selatan atau biasa dikenal dengan sebutan Zona Subduksi. Kedua, aktivitas Sesar Naik Belakang Busur Flores (Flores Back Arc Thrust) dari arah utara.

 

Advertisement