BMKG: Gempa Bolaang Mongondow Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng Sangihe

ilustrasi

BOLAANG MONGONDOW – Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 di wilayah Semenanjung Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu (6/11/2021) malam dipicu aktivitas subduksi lempeng Sangihe.
Gempa itu terasa di beberapa wilayah, seperti Bolaang Mongondow, Kotamobagu, Minahasa, Bitung dan sekitarnya.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Bolaang Mongondow-Minahasa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng Sangihe dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” imbuh Daryono lewat pesan teks, Minggu(7/11/2021) pagi.

Lebih lanjut Daryono menjelaskan episenter gempa terletak pada koordinat 0,13 derajat LS ; 124,39 derajat BT, tepatnya di laut 68 kilometer arah Tenggara Bolaang Uki, Sulawesi Utara dengan kedalaman hiposenter 44 kilometer.

Ia mengatakan guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Bolaang Mongondow dalam skala intensitas IV-V MMI. Sedangkan di Kotamobagu guncangan dirasakan dalam III-IV MMI.

Sementara itu, di Talibu, Gorontalo, dan Bitung guncangan dirasakan III MMI, dan di Tomohon – Manado dalam skala intensitas II-III MMI.

Daryono melaporkan hingga Minggu pagi, belum ada laporan terkait kerusakan akibat gempa tersebut.

 

Advertisement