JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan penyebab terjadinya gempa di Tuban, Jawa Timur Jumat sore.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indo-Australia memicu gempa bermagnitudo 6,6 di laut Jawa, arah barat laut Kota Tuban, Jawa Timur.
Dia menambahkan, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indo-Australia yang tersubduksi hingga di bawah Laut Jawa.
Ia menambahkan gempa yang terjadi pada pukul 16.55.44 WIB itu dirasakan di daerah Kuta dengan skala intensitas V (Modified Mercally Intensity), artinya getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.
Gempa juga dirasakan di Karangkates, Trenggalek, Gianyar, Tulungagung, Trengalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Tuban, Garut, Mataram dengan skala intensitas IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Hingga pukul 17.43 WIB, Daryono menyampaikan, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak satu dengan magnitudo M5,5 .
Daryono mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.





