BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Hingga 18 Maret

Ilustrasi Banjir di Ngawi/ Jatimnow

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan potensi bencana hidrometeorologi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Kepala (BMKG Stasiun EL Tari, Bambang Santiajid mengatakan, kondisi ini disebabkan karena Madden-Julian Oscillation (MJO), dan diprakirakan mulai bergerak merambat ke wilayah Timur memasuki wilayah Indonesia.

“Pada 8 hingga 18 Maret 2019, MJO yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia, sejak beberapa hari lalu memberikan dampak berupa peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian Barat. Saat ini, MJO diprakirakan mulai bergerak merambat ke wilayah Timur memasuki wilayah Indonesia,” tambahnya, dilansir Antara.

Dia mengemukakan, pada periode 8 hingga 14 Maret 2019, diprakirakan potensi hujan deras akan terkonsentrasi di sebagian wilayah pulau Jawa dan wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Wilayah-wilayah itu antara lain, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat serta Papua.

Daerah yang berpotensi hujan lebat akibat fenomena ini antara lain Aceh Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten dan DKI Jakarta.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis terusan, akibat curah hujan tinggi.

Bencana hidrimeteorologi yang bisa terjadi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, petir dan jalan licin, lanjutnya.

Advertisement