PACITAN – Koordinator Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan gempa bumi yang mengguncang wilayah selatan Jawa Timur atau Pacitan semalamĀ dekat dengan sumber gempa besar pada 1937.
Dia menjelaskan dalam katalog sejarah gempa Jawa, pada 1937 terjadi gempa besar dengan dampak kerusakan mencapai skala intensitas VII-IX di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah hingga menyebabkan 2.200 rumah roboh dan beberapa orang meninggal.
Episenter gempa yang terjadi 84 tahun lalu itu terletak di laut pada jarak sekitar 113 km arah barat daya Kota Pacitan dengan guncangan terjauh dirasakan hingga Pulau Lombok.
Daryono menjelaskan gempa yang mengguncang Pacitan merupakan gempa kedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di selatan Jawa.
Tepatnya di zona transisi antara zona sumber gempa megathrust dan zona Benioff dengan mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik (thrust fault).
“Hingga pagi ini belum ada laporan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian gempa tersebut dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil monitoring BMKG belum terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock),” kata Daryono, dikutip Antara.





