BMKG Ungkap Energi Gempa di Laut Banda Masih Besar

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG potensi energi gempa bumi di Laut Banda masih besar.

“Potensi kejadian gempa sebetulnya tinggi tapi fakta terjadinya gempa masih rendah. Maknanya energi yang tersimpan belum dikeluarkan semuanya,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dia mengatakan, BMKG sudah melakukan analisis sebelumnya berdasarkan data gempa bumi sejak 1973.

Dari data tersebut terlihat zona yang warnanya biru seperti di Sulawesi tepatnya Palu, Laut Banda, juga di Papua barat bagian Utara perlu diwaspadai.

“Artinya biru itu di situ potensi kejadian gempa sebetulnya tinggi tapi fakta terjadinya gempa masih rendah,” tambah dia, dilaporkan Antara.

Sementara Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, katalog gempa BMKG mencatat di zona tersebut sudah terjadi beberapa kali gempa kuat dan di antaranya memicu tsunami.

Sejarah gempa kuat pernah terjadi seperti gempa Banda pada tahun 1918 dengan magnitudo 8,1, pada 1938 magnitudo 8,4, pada 1950 7,6, pada 1950 magnitudo 8,1, dan 1963 dengan magnitudo 8,2.

Dengan memperhatikan banyaknya catatan sejarah gempa kuat ini, maka zona subduksi Banda merupakan kawasan sangat rawan gempa dan tsunami yang patut diwaspadai di wilayah Indonesia timur.

Advertisement