BNPB: 11 Sekolah di Garut Rusak

ilustrasi Relawan Dompet Dhuafa membersihkan sekolah dari lumpur karena banjir Garut. Foto: DMC

GARUT – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan 11 sekolah di Garut rusak akibat banjir bandang.

Kerusakan sejumlah sekolah tersebut didapat BNPB dari data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. 11 sekolah rusak terdiri dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah.

“Kegiatan sekolah pada hari pertama pascabencana libur, sedangkan pada hari kedua dilakukan pemanfaatan gedung secara bersama-sama,” kata Sutopo, Kamis (22/9/2016).

Dari 11 sekolah yang rusak, setidaknya ada dua sekolah yang rusak parah,yaitu SDN Sukaratu 1 Banyuresmi dan SMP PGRI. Sementara itu, sekolah lain masih tetap menggunakan bangunan sekolahnya masing-masing. Akibat banjir bandang itu, total kerugian atas kerusakan sekolah diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar.

Sementara itu Kepala BNPB Willem Rampangilei memberikan arahan terkait masalah pendidikan, misalnya membangun tempat darurat untuk sekolah.

Diberitakan sebelumnya, Tim Respon Dompet Dhuafa dari Disaster Management Center (DMC) juga sudah memberikan bantuan dengan melakukan bersih-bersih di beberapa sekolah.

“Gedung sekolah terdampak banjir belum tersentuh, karena relawan lain sedang sibuk mencari korban. Karena itu Relawan Dompet Dhuafa membagi kelompok untuk sebagian bergerak membersihkan sekolah, agar anak-anak segera dapat belajar,” ungkap Fadil, PIC Respon Bencana Banjir Garut kepada KBK, Kamis (22/9/2016).

Advertisement