BNPB: DAS di Sungai Cimanuk Garut Makin Kritis

Ilustrasi Kondisi Sungai Cimanuk pascmenerjang Garut/ Foto: Facebook Nissa Wargadipura

JAKARTA – Meluapnya Sungai Cimanuk yang mengakibatkan banjir bandang di garut, Selasa (20/9/2016) malam, dinilai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena daerah aliran sungai (DAS) di Sungai Cimanuk sudah semakin kritis.

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sejak 1980 daerah aliran Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut yang bermuara ke Kabupeten Indramayu sudah ditetapkan status kritis. Karenanya, ketika hujan deras turun, bencana tak terhiindarkan bisa terjadi.

Ia menambahkan jika DAS Sungai Cimanuk sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian. “Pada tahun 1995 penduduk sekitar DAS Cimanuk kurang dari 3,08 juta jiwa. Pada tahun 2005 jumlahnya meningkat signifikan 4,4 juta jiwa. Di mana sebagian bermata pencaharian di pertanian,” jelas Sutopo, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2016).

Lebih jelas ia mengatakan parameter kerusakan DAS Sungai Cimanuk diukur dari koefisien rejim sungai (KRS) atau perbandingan debit maksimum saat terjadi banjir dan perbandingan debit minimun saat tidak terjadi banjir pada musim kemarau. “DAS buruk jika koefisien rejim sungainya di atas 80 tetapi di Sungai Cimanuk mencapai 713 KRS. Ini menunjukan bahwa kerusakan yang masif di DAS Cimanuk,” jelas Sutopo.

Menurut dia, KRS di Sungai Cimanuk terburuk dibandingkan sungai-sungai lainnya di Pulau Jawa, seperti, Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Imbasnya, ketika terjadi hujan lebat dikonversi ke permukaan dan terjadi banjir, ketika hujan reda banjir lebih cepat surut.

“Pagi tadi air sudah surut ini menunjukan DAS Cimanuk sudah sakit. Begitu cepatnya banjir ketika terjadi hujan, begitu hujan reda begitu cepat juga surut,” jelasnya.

Sutopo pun tidak memungkiri jika banjir bandang di Garut kali ini merupakan yang terbesar, “Ini kejadian pertama banjir bandang begitu besar di Garut. Garut beberapa kali mengalami banjir bandang dan longsor. Tetapi intensitas dan magnitude-nya tidak seperti tadi malam.” akunya, dikutip dari metrotvnews.

Advertisement