BNPB: Gempa Ambon Bukan akibat Pengeboran Energi Panas Bumi

Ilustrasi Rumah di Ambon runtuh akibat gempa Kamis (26/9/2019)/ Inews

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  membantah anggapan bahwa aktivitas pengeboran energi panas bumi sebagai pemicu gempa bumi di Ambon dan sekitarnya. Menurutnya, aktivitas gempa merupakan aktivitas dari bidang patahan.

Kepala Sub Direktorat Peringatan Dini BNPB Abdul Muhari menganalogikan, jika beberapa meja disusun saling bersinggungan, ketika satu sisi meja didorong maka seluruh meja akan bergerak. Bidang gempa adalah sisi meja, sedangkan episenter adalah titik awal mendorong meja.

“Pergerakan dari bidang gempa ini dipengaruhi oleh tekanan atau regangan bidang-bidang yang saling bersinggungan, bukan faktor eksternal yang bersifat lokal seperti aktivitas pengeboran” ujar Abdul.

Dala keterangan tertulisnya, Selasa (29/10/2019), Abdul menjelaskan kejadian gempa Ambon adalah murni fenomena sesar aktif, bukan faktor lain.

Untuk itu BNPB saat ini bekerja sama dengan ITB dan BMKG memasang 11 seismograf untuk melakukan pemantauan dan penelitian di wilayah Ambon dan sekitarnya.

“Pemantauan dan penelitian tersebut bertujuan untuk dapat memetakan dengan lebih detail karakteristik sesar aktif di Ambon agar mitigasi ke depan lebih terarah dan terukur,” tutur Abdul, dikutip Republika.co.id.

Gempa mengguncang Ambon pada 26 September 2019 pada pukul 08.46 WIT dengan M 6,5 dan berkedalaman 10 km.

BMKG mencatat gempa susulan per 27 Oktober 2019, pukul 22.00 WIT mencapai 1.897 kali dengan gempa yang dirasakan 214 kali.

 

Advertisement