BNPB: Titik Panas Karhutla Melonjak di Kalimantan Barat, Asap Makin Pekat

Tiga juta warga terpapar langsung asap akibat karhutla yang melanda seluruh wilayah Kalimantan Indonnesia dan sebagian Sumatera sejak Juli lalu (foto; Metro)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan peningkatan titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah titik panas di Kalimantan Barat meningkat signifikan. Sementara itu, titik panas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan cenderung menurun.

Pada Senin (31/8), Kalimantan Barat mencatat 7.377 titik panas, meningkat 3.553 titik. Jumlah fire spot mencapai 104 titik atau naik 88 titik. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah kurang dari satu kilometer.

Di Kalimantan Tengah tercatat 5.244 titik panas, turun 147 titik, dengan fire spot sebanyak 72 titik atau naik 16 titik. Jarak pandang juga kurang dari satu kilometer.

Sementara Kalimantan Selatan mencatat 504 titik panas, turun 405 titik, dengan 55 fire spot atau naik tiga titik. Jarak pandang di wilayah tersebut kurang dari dua kilometer.

Di Sumatera, kondisi titik panas secara umum mengalami penurunan. Namun, Sumatera Selatan justru mengalami kenaikan 209 titik sehingga mencapai 1.013 titik panas. Riau tercatat 62 titik panas, sedangkan Jambi 49 titik.

BNPB juga menyebut sebaran polutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan diperkirakan masih relatif pekat pada Senin (31/8) hingga Selasa (1/9). Kondisi tersebut menunjukkan konsentrasi asap masih cukup tebal.

Berton mengimbau masyarakat memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah pencegahan perlu dilakukan apabila kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.

BNPB juga terus memantau perkembangan sebaran polutan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Masyarakat diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk akibat asap karhutla.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here