Bocah Tanpa Bola Mata Hidup Pas-pasan di Gubug Reyot

Ilustrasi gubug/ analisadaily.com

BALI – Bocah asal Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, Putu Sri Manda Apriani (9) yang semenjak lahir tanpa bola mata hanya hidup pas-pasan bersama sang nenek, Luh garbi (80) di gubug kecil dan reyot.

Padahal Putu sebenarnya masih memiliki kedua orangtua, namun ayah Putu, Ketut Subagia, meninggalkan anaknya untuk bekerja di Denpasar begitu juga dengan ibunya, Komang Ayu Asrini.

“Mereka hanya pulang sesekali saja, jika ada upacara makanya saya yang mengurus anak pertamanya,” ujarnya.

Dadong Garbi menambahkan, sejak lahir Putu yang tidak memiliki bola mata dan belum pernah dioperasi. Selama ini hanya pengobatan biasa saja yang dilakukan untuk meredakan rasa sakitnya yang sesekali muncul.

Menurut dia, salah satu komunitas dermawan dari Australia, sempat berjanji akan memberikan bantuan operasi atau donor mata pada Putu Manda, namun operasi tersebut baru dapat dilakukan ketika Putu Manda sudah dewasa nanti.

Dadong Garbi hidup dengan segala keterbatasannya. Untuk menyambung hidup dari hari ke hari, dia membuat dan menjual sapu lidi. Konsumennya juga terbatas tetangga-tetangganya saja, sehingga dia juga mengandalkan bantuan dari kerabat terdekat.

Beruntung ditengah kesulitannya, Gubernur Bali, Made Mangku menyalurkan bantuan pada Selasa (19/7/2016) berupa bantuan uan, yang dapat digunakan untuk menyambung hidupnya sehai-hari.

“Pada saat ini kami menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai dan beras guna meringankan beban kehidupan Putu Manda dan neneknya sehari-hari,” kata pejabat humas Bali, Ketut Winarta, di Singaraja, Selasa (19/7/2016).

Di dusun itu terdapat 186 KK miskin dan dia sudah mengajukan proposal bedah rumah kepada pemerintah Provinsi Bali untuk mengurangi beban warganya. Demikian dilaporkan Antara.

Advertisement