TURKI – Gagalnya langkah kudeta yang ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki menahan, memberhentikan, atau menskors sekitar 15.200 orang.
15.200 orang yang diberhentikan dan diskors tersebut merupakan bagian dari pembersihan tentara, polisi, dan pejabat yang dianggap tak setia kepada Erdogan, dan semakin banyak dilakukan pada Selasa (19/7/2016), mencakup tenaga pengajar, dekan dan media.
Pemberhentian sementara staf pengajar itu diumumkan oleh Kementerian Pendidikan. Sejauh ini belum jelas jati diri mereka yang dikenai sanksi. Sementara itu Direktorat Pendidikan Tinggi Turki juga telah memerintahkan pengunduran diri lebih dari 1.500 dekan.
Selain itu lebih dari dua puluh jenderal, termasuk mantan Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Akin Ozturk, telah ditahan sambil menunggu sidang. Jenderal Ozturk membantah ia terlibat dalam percobaan perebutan kekuasaan.
Diberitakan BBC, pemerintah Turki mengatakan, mereka adalah sekutu ulama yang mengasingkan diri di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, yang dituduh mendalangi kudeta.
Perdana Menteri, Binali Yildirim, mengatakan Gulen memimpin organisasi teroris dan akan dibongkar hingga ke akar-akarnya.
Namun atas sangkaan tersebut, Gulen membantah terlibat dalam percobaan kudeta di Turki.




