BOJONEGORO – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberlakukan siaga I dalam menghadapi banjir Bengawan Solo.
Pada Kamis (29/9/2016) pukul 09.00 WIB ketinggian air mencapai 13,10 meter, “Ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro naik cukup tajam, sebab tiga jam sebelumnya hanya 12,82 meter,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Suyono, dikutip dari Antara.
Dalam waktu bersamaan ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari kota, juga merangkak naik menjadi 28,05 meter (siaga I-29 meter).
Sebelumnya ketinggian air Bengawan Solo di daerah setempat masih pada posisi 27,90 meter pukul 06.00 WIB.
“Naiknya air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, disebabkan pengaruh banjir di daerah hulunya, antara lain, Madiun dan sekitarnya,” jelas dia.
Sesuai data, katanya, ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, mencapai 8,70 meter (siaga III-merah), Kamis pukul 08.00 WIB.
Dengan masuk siaga banjir, katanya, pemantauan air Bengawan Solo di Bojonegoro dilakukan satu jam sekali, yang sebelumnya tiga jam sekali.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno, menjelaskan BPBD terus melakukan pemantauan cuaca di daerah hulu yang menjadi pemasok air banjir di hilir Jatim.
Pemantauan cuaca, menurut dia, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya.
Sesuai data BMKG Juanda, Surabaya, menyebutkan bahwa di Ngawi, Bojonegoro, Madiun dan Magetan, terjadi hujan ringan dan di Ponorogo terjadi hujan sedang dalam dua hari ini.




