JAKARTA – Teror bom yang baru saja terjadi di Bandara Atautrk, Turki membuat Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, menginstruksikan anggota supaya waspada dan meningkatkan pengamanan selama Hari Raya Idul Fitri 1437 H/2016.
Hal ini dilakukan setelah instansi Polri menerima peringatan untuk mengantisipasi ancaman terorisme. Untuk itu, pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Polri mengadakan Operasi Ramadniya 2016 pada 30 Juni-15 Juli.
Dilansir Tribunnews, setidaknya 158.402 personel diterjunkan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang rawan potensi kemacetan dan tindak kriminal.
“Beberapa waktu lalu, kami mendapat warning untuk mengantisipasi kasus terorisme. Dari deteksi kami,” tutur Badrodin, Kamis (30/6/2016).
Menurutnya, pengamanan dilakukan di sejumlah tempat yang dinilai rawan. Salah satunya bandara udara. Ada pos pengamanan di sana yang terdiri dari personel terpadu unsur Polri, TNI, dan Angkasa Pura.
“Di bandara kota tetap disiapkan pengamanan di sana. Tentu ini yang terbuka dan yang tertutup yang ada untuk mengantisipasi kegiatan terorisme dan sabotase,” kata dia.
Sebelumnya, ksi teror terjadi di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, pada Selasa (28/6/2016) yang menewaskan 42 orang dan mencederai sedikitnya 147 orang.




