
SOMALIA – Kelompok Islam al Shabaab mengaku bertanggung jawab atasĀ bom mobil bunuh diri di sebuah hotel, Nasahablod Two, sekitar 600 meter dari istana kepresidenan, dimana kemudian militan bersenjata menyerbu gedung tersebut.
Ali Nur, seorang petugas polisi, mengatakan kepada Reuters bahwa 17 orang, kebanyakan polisi, tewas dalam ledakan tersebut.
Sementara itu Abdikadir Abdirahman, direktur ambulans Amin, mengatakan bahwa layanan darurat telah membawa 17 orang terluka akibat pemboman hotel tersebut.
Kelompok Islam al Shabaab, yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan tersebut dalam perang saudara yang panjang, mengatakan bahwa mereka melakukan pemboman pada hari Sabtu.
“Kami menargetkan menteri dan petugas keamanan yang berada di dalam hotel. Kami bertempur di dalam, “ujar Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer kelompok tersebut.
Al Shabaab berjuang untuk menggulingkan pemerintah Somalia yang didukung secara internasional dan menerapkan interpretasi ketat terhadap hukum syariah Islam.
Bom di Mogadishu dua pekan lalu menewaskan setidaknya 358 orang, serangan terburuk dalam sejarah negara tersebut, memicu kemarahan nasional.
Sebanyak 56 orang lainnya masih hilang, diyakini telah dibakar tanpa bekas. Al ShabaabĀ dicurigai sebagai pelakunya, namun hingga kini belum mengaku bertanggung jawab.




