Bom Pakistan, 11 Tewas

PAKISTAN – Sedikitnya 11 tentara, termasuk seorang perwira militer, telah kehilangan nyawa mereka dan 13 lainnya menderita luka-luka ketika seorang penyerang meledakkan roketnya di distrik Swat, Pakistan utara.

“Para tentara sedang bermain bola voli di malam hari di luar pangkalan militer, ketika seorang pembom berhasil meledakkan dirinya,” kata seorang pejabat keamanan setempat, yang berbicara tanpa menyebut nama, pada hari Sabtu, tak lama setelah serangan teroris dilakukan di daerah Kabal.

Kelompok militan Pakistan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, dalam sebuah pernyataan mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut, mengancam bahwa Islamabad harus “menunggu lebih banyak (serangan).”

Swat adalah lembah sungai dan sebuah distrik administratif di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Menurut pejabat, lebih dari 2.000 gerilyawan Taliban sejauh ini diusir dari wilayah yang bergejolak.

Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi mencela serangan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Tidak ada serangan pengecut yang bisa menghalangi kita dalam mengejar perjuangan melawan ancaman terorisme sampai pada kesimpulan logisnya. Kami akan terus berjuang sampai jejak terakhir berakar, “kata perdana menteri, dikutip Press TV.

Serangan mematikan terakhir yang dilakukan oleh militan TTP di Swat dimulai pada Januari 2013, ketika militan menargetkan sebuah pusat keagamaan dan membunuh 21 jamaah dan melukai 70 lainnya.

Meski sering disinggung oleh tentara Pakistan, aksi teror oleh militan terus menargetkan pasukan keamanan dan juga warga sipil.

Ribuan orang Pakistan telah kehilangan nyawa mereka dalam pemboman dan serangan militan lainnya sejak tahun 2001, ketika Pakistan menandatangani sebuah aliansi dengan Amerika Serikat dalam perang yang disebut Washington melawan teror.

Ribuan lagi telah mengungsi akibat gelombang kekerasan dan militansi yang melanda negara tersebut.

Advertisement