RUSIA – Sebuah bom yang meledak di St Petersburg stasiun metro Senin (3/4/2017) yang telah menewaskan sepuluh orang dan melukai puluhan lainnya diduga berkaitan dengan kunjungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin, yang ketika itu berada di lokasi.
Dilansir Express, menurut laporan setempat, waktu dan tempat ledakan, mungkin telah dipilih oleh pelaku. Presiden Putin ketika itu berada pada sebuah forum media yang diadakan di kota itu, seperti disampaikan Ketua Komite Pertahanan Majelis Tinggi Rusia Viktor Ozerov.
“Pemilihan tempat dan waktu ledakan ini tidak disengaja, presiden Rusia di [Saint Petersburg], forum media yang berlangsung di sana, ada banyak wartawan”. tuturnya.
Rusia telah menjadi target serangan bom, sering menargetkan angkutan umum. Para ahli keamanan mengatakan intervensi militer Rusia di Suriah telah membuat Rusia menjadi target potensial untuk serangan Negara Islam.





