AKARTA – Warga RT 5 RW 5 Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, berharap direlokasi agar terbebas dari banjir luapan Kali Ciliwung.
“Sebab banjir sebesar ini biasanya terjadi lima tahun sekali,” kata Rubiyanti, 54 tahun, warga Balekambang.
Pada Jumat dinihari lalu, banjir menenggelamkan rumah Rubiyanti dan puluhan tetangganya. Luapan Ciliwung hingga mencapai atap rumah dan membuat atap dan jendela rumahnya jebol.
Rubiyanti menambahkan banjir serupa juga terjadi pada 2013. Menurut dia, hingga empat tahun selanjutnya tidak pernah terjadi banjir besar.
“Banjir besar lagi di 2018, karena itu siklus lima tahunan,” ujarnya. “Tapi sekarang dua tahun berturut-turut banjir besar.”
Menurut dia, sebagian warga setempat bersedia menjalani relokasi kalau difasilitasi pemerintah daerah. Syaratnya, mereka tidak pindah ke rumah susun. “Maunya tanah kami dibeli dan kami beli lagi di tempat lain yang tidak banjir.”
Warga lainnya, Rista Dewi, 39 tahun, mengungkap yang sama. “Kalau cuma relokasi ke rusun, mending kami tetap tinggal di sini,” ujar Rista yang tinggal bersama orang tuanya di bantaran Ciliwung sejak 1980.
Jika tidak jadi membebaskan lahan warga, Rista berharap Pemerintah DKI segera menaturalisasi kawasan Ciliwung seperti yang pernah dijanjikan Gubernur Anies Baswedan. “Saya belum lihat ada naturalisasi di wilayah ini,” ucapnya, dikutip Tempo.co.





