BANDUNG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira menjamin kebutuhan logistik bagi pengungsi korban banjir aman.
Menurutnya BPBD Kabupaten Bandung memusatkan lokasi titik distribusi ke masing-masing kantor kecamatan terdampak banjir sehingga penyaluran distribusi logistik lebih terawasi petugas.
“Nanti kalau ada masyarakat yang merasa kesulitan dalam mengakses bantuan tersebut kamiakan coba bantu lebih baik lagi. Bantuan itu berupa kebutuhan makanan sehari-hari. Mudah-mudahan masyarakat yang dievakuasi ini merasa terbantu oleh pemerintah, karena kami juga mempunyai kewajiban untuk membantu mereka,” kata Sofian, Selasa (1/11/2016), dikutip dari PR.
Hingga hari ini, beberapa wilayah terdampak banjir di antaranya di Kecamatan Dayeuhkolot yakni di Desa Dayeuhkolot banjir merendam 13 perkampungan dengan ketinggian permukaan air bervariasi antara 50 cm-200 cm. Kemudian di wilayah Desa Citeureup (5 kampung, ketinggian air 50 cm-170 cm), Kelurahan Pasawahan (2 kampung, ketinggian air 30 cm-150 cm), Desa Cilampeuni (6 kampung, ketinggian air 80 cm-100 cm).
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan mengatakan, banjir juga merendam Kecamatan Bojongsoang, khususnya Kampung Cijagra dengan ketinggian air mencapai 140 cm. Di Kecamatan Baleendah, banjir merendam Kelurahan Andir dan Kelurahan Baleendah dengan ketinggian air mencapai 50 cm-200 cm.
Warga pun semakin banyak yang mengungsi ke posko. Posko pengungsian di Desa Dayeuhkolot tersebar di 9 lokasi dengan jumlah pengungsi mencapai 516 orang. Sementara, data pengungsi di Kecamatan Bojongsoang tersebar di 2 lokasi dengan jumlah pengungsi 60 orang.
Jumlah pengungsi di Kecamatan Baleendah, tersebar di empat lokasi dengan jumlah pengungsi 697 orang. Ada juga pengungsi yang menempati lokasi pengungsian lain di Desa Cilampeuni Kecamatan Katapang sebanyak 613 orang dengan wilayah terdampak banjir sebanyak 7 RW dan 11 RT.




