Klaten-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah meminta warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama mereka yang berprofesi sebagai penambang pasir sangat rentan terdampak. Pasalnya diprediksi hingga Desember mendatang cuaca cukup ekstrem.
Menurut Bambang, memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi bisa berpotensi terjadinya gerakan tanah. Wilayah kecamatan yang rawan yakni di Kemalang, karena kondisi lahannya belum ada penguatan dinding permanen, terutama di aliran sungai yang digunakan untuk menambang pasir.
Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan, terutama ketika terjadi hujan deras.
“Kami mengingatkan kepada warga Kemalang untuk lebih waspada, apalagi hujan deras terus mengguyur kawasan ini. Mereka yang berprofesi sebagai penambang pasir agar lebih hati-hati, karena kondisi tanahnya rapuh dan tebing menjadi rawan longsor,” jelas Bambang seperti diberitakan Elshinta, Jumat (11/11)
Sementara itu, Camat Kemalang, Priharsanto menjelaskan bahwa kondisi tebing aliran Kaliworo dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan deras dan membuat tebing tersebut longsor. Dan nahas, seorang penambang pasir tradisional, Tarmini warga Dusun Karangbutan, Desa Sidorejo, Kemalang tertimpa longsoran tebing. Material berupa padas menimpanya, membuat Tarmini tewas seketika.
Dalam setahun terakhir tercatat ada tujuh kali peristiwa longsor di aliran Kaliworo yang menewaskan tujuh warga Kemalang.
Atas kejadian tersebut pihaknya mengajak warga untuk memperbanyak menanam pohon yang memiliki akar yang kuat, yang berfungsi mengikat tanah dan membuat tanah semakin stabil, terutama di wilayah yang rawan longsor.





