BPBD Pantau Perkembangan Dampak Gempa Ambon

AMBON—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku dan Kota Ambon terus memantau dampak gempa bumi beruntun yang melanda Pulau Ambon dan sekitarnya pada Selasa (31/10) malam.

Kabid Pencegahan dan Kesiapan BPBD Provinsi Maluku John Hursepuny mengatakan, tim sedang melakukan pemantauan menindaklanjuti adanya informasi bahwa terjadi kerusakan akibat gempa yang membuat panik warga Kota Ambon, Kepulauan Lease dan Pulau Seram karena isu terjadi tsunami.

“Kami berkoordinasi dengan BPBD, baik Seram Bagian Barat (SBB), Buru dan Buru Selatan ternyata tidak ada kerusakan akibat gempa membuat masyarakat di Kota maupun Ambon berlarian keluar rumah, kantor, gedung bertingkat serta kawasan tinggi akibat isu tsunami,” ujarnya seperti dilansir Antara, Rabu (1/11/2017).

Informasi kerusakan yang terjadi antara lain Ambon City Center (ACC) di kawasan Passo, Maluku City Mall di Tantui, Planet 2000 di kawasan jalan AY PAtty Ambon hingga ruangan Bandara Internasional Pattimura.

Umumnya kerusakan bangunan yang terjadi berupa runtuhnya plafon-plafon ruangan akibat guncangan gempa yang dirasakan begitu kuat. Kerusakan juga terjadi pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Haulussy Ambon dan Rumah Sakit Sumber Hidup sehingga para pasien yang sedang berisirahat dievakuasi ke luar gedung.

“Kami Rabu (1/11) pagi dilaporkan Sekretaris Negeri Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah bahwa terjadi kerusakan ringan sejumlah rumah warga,” kata John.

Ambon diguncang gempa sebanyak 5 kali mulai pukul 20.31 hingga 21.37 WIT. Kekuatan gempa bervariasi antara 5.2, hingga 6.2 SR pada Selasa (31/10) malam. Antara

 

Advertisement