BPPT Pamerkan Sejumlah Wahana Tanggulangi Bencana

Stand BPPT memamerkan beberapa wahana kebencanaan dalam acara pertemuan ilmiah kebencanaan di UI, Senin (8/5/2017)

JAKARTA (KBK) – Badan Pengkajian dan Penerapan Telnologi (BPPT) pamerkan sejumlah wahana penanggulangan bencana pada acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan di Kampus UI, Depok, Jawa Barat.

Peneliti Utama BPPT Heru Sri naryanto mengatak pihaknya sengaja memboyong sejumlah temuan BPPT guna mengenalkannya kepada masyarakat supaya lebih sadar bencana.

Adapun wahana dan temuan tersebut antara lain Bio Textile yang berfungsi menanggulangi bencana erosi di bantaran sungai maupun jalan tol.

“Bio Texstile terbuat dari campuran tanah dan serabut kelapa. Bio Texstile ini sudah digunakan oleh Jasa Marga,” ucap Heru, Senin (8/5/2017).

Heru menuturkan kehebatan Bio Tekstile terdapat pada permukaannya yang dapat di tumbuhi tanaman sedang dan keras. Semakin besar pohonnya maka akan semakin kuat menahan erosi.

Berikutnya ada wahana drone hasil pengembangan BPPT yang dapat memotret daerah rawan bencana dengan hasil 3 dimensi, akurat, detail dan berpresisi tinggi.

“Drone ini berfungsi untuk pemetaan wilayah bencana ditinjau dari segi kondisi geologi, topografi, tanah soil, vegetasi dan aktifitas manusia,” kata Heru.

Selanjutnya ada Landslide Early Warning System (LEWS) yakni sebuah wahana sederhana yang mampu mendetenksi longsor berdasarkan curah hujan dan tanah gerak. Serupa tapi tak sama BPPT juga memamerkan FEWS guna mendeteksi datangnya banjir dan
WiNNS Peat FireS untuk menanggulangi kebakaran lahan gambut.

“Data dari kedua alat tersebut bisa langsung terkoneksi dan di atur dari kantor meski alat itu diletakan jauh dari pusat kendali. Saat ini kedua alat tersebut sudah banyak kami sebar di Majalengka, Garut dan Tasikmalaya yang memiliki daerah rawan longsor dan banjir tinggi,” paparnya.

Khusus untuk WiNNS Peat FireS dikatakan Heru disebar banyak di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Keunggulan WiNNS Peat FireS terdapat pada kampuannya yang mampu mendeteksi suhu tanah, kandungan air san tingkat kelembapan di udara secara otomatis.

“Terakhir kami juga ada rumah darurat bencana yang bisa di bangun oleh 2 orang. Berbahan ringan, aman terpaan angin dan tahan gempa serta api,” tutupnya

Advertisement