YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi statusnya tetap dipertahankan pada Level II atau Waspada.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan Gunung Merapi kelihatannya tenang, namun aktivitas vulkaniknya tetap ada sehingga status gunung api tersebut tetap dipertahankan.
Salah satu aktivitas yang cukup menonjol dalam dua hari terakhir adalah munculnya embusan dan guguran. Embusan menandakan aktivitas di permukaan untuk pelepasan gas, sedangkan guguran menandakan adanya material yang terlepas.
Pada Selasa (29/5/2018), terjadi dua kali embusan dan meningkat menjadi tiga kali embusan pada Rabu (30/5/2018) hingga pukul 12.00 WIB. Begitu pula dengan guguran dari enam kali menjadi tujuh kali pada hari ini.
Hanik menyebut, pascaletusan lalu, kondisi material di puncak gunung diperkirakan tidak stabil ditambah cuaca panas dan kering menyebabkan material di puncak lebih mudah terlepas.
Selain itu, aktivitas gempa tektonik juga masih terjadi, begitu pula dengan gempa vulkanik. “Potensi terjadi letusan seperti beberapa hari lalu juga masih ada, bisa 50;50, sehingga status tetap dipertahankan Waspada hingga saat ini. Kami pantau terus bagaimana perkembangannya,” katanya, dilansir Antara.




