
RIO DE JANEIRO (KBK) – Brazil telah mengkonfirmasi sebanyak 1.581 kasus mikrosefali disebabkan dengan virus Zika sejak Oktober tahun lalu, demikian Kementerian Kesehatan Brazil.
Brazil terus berusaha menekan risiko penyakit ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti itu, agar tidak berdampak pada pengunjung Piala Dunia Sepak Bola yang akan diadakan di negara itu, mulai Agustus 2016. Mulai Februari dan Mei jumlah kasus Zika menurun hingga 87 persen.
Antara Februari dan Mei 2016, tingkat penularan Zika tertinggi terlihat pada minggu ketiga bulan Februari dengan 16.059 kasus kata Menteri Kesehatan, Ricardo Barros saat pertemuan dengan media asing di Rio de Janeiro. Namun, pada minggu pertama Mei, jumlah kasus turun menjadi 2.053, tambah menteri.
“Menurut sebuah studi yang dirilis oleh University of Cambridge (Inggris), diperkirakan bahwa akan ada satu dari 500.000 wisatawan yang terinfeksi Zika, ketika menghadiri Olimpiade,” kata pejabat pemerintah.
Barros yakin, Olimpiade akan berlangsung di musim dingin di Brasil dan saat ini perjuangan terkonsentrasi terhadap nyamuk di Rio de Janeiro, sehingga risiko terkena virus akan minimal.
Baros mengatakan negaranya akan mengerahkan 2.500 orang petugas kesehatan selama olimpiade dan semua atlet akan diimunisasi dan diberikan pakaian khusus dari bahan anti nyamuk.
Seperti dikutip dari Xinhua, Pemerintah Brasil telah menginvestasikan 64.500.000 reais (sekitar 18,8 juta dolar AS) untuk memberantas Zika.




