SELANDIA BARU – Jarum jahit ditemukan di dalam kemasan buah stroberi di Australia dan menyebar ke Selandia Baru yang ditemukan dalam sebuah supermarket Auckland.
Akibatnya, jaringan supermarket tersebut, Countdown, menarik semua kemasan stroberi dari satu merek, Choice, yang diimpor dari Australia.
“Kami memberikan perhatian serius terhadap keamanan makanan,” kata perusahaan Countdown.
“Para konsumen dapat mengembalikan semua stroberi merek Choice yang mungkin mereka simpan di rumah, demi ketenangan pikiran dan mendapat pengembalian uang.”
Dua distributor makanan terbesar di Selandia Baru, Countdown dan Foodstuffs – menyatakan telah menghentikan impor stroberi dari Australia karena kekhawatiran akan jarum di dalam buah berwarna merah itu.
Di Australia sendiri terdapat lebih dari 100 kasus penemuan jarum di dalam stroberi yang dijual di supermarket. Namun banyak kasus diperkirakan hanya aksi tiru-tiruan.
Hal tersebut berimbas pada para petani yang erpaksa memusnahkan berton-ton stroberi karena permintaan langsung anjlok, padahal kini merupakan masa puncak panen.
Para petani mengatakan kasus jarum ini membuat harga jatuh di seluruh Australia. Di Western Australia, harga stroberi dilaporkan bahkan berada di bawah ongkos produksi.
Sementara itu pemerintah Negara Bagian Queensland menawarkan hadiah senilai A$100.000, atau sekitar Rp1 miliar, bagi siapa saja yang bisa mengungkap pihak yang berada di balik kasus jarum di dalam stroberi tersebut, demikian dilansir BBC.





