Bukuku Kisahku

Saudaraku, pada mulanya adalah panggilan. Menyadari setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihanku adalah meraih nilai (prestasi) bagus di segala jenjang pendidikan, bahkan utk pelajaran yg tak kusukai spt matematika.

Namun, itu tak membuat diri merasa sukses. Manusia sukses adalah yg berhasil menjadi versi terbaik dari dirinya. Adapun sebaik-baik manusia, yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Pada titik limbung sejarah republik, tatkala euforia kebebasan berjalan tanpa haluan; mata pelajaran Pancasila menghilang dari kurikulum sekolah, dan para pejabat alergi menyebutnya dlm pidato, saya memiliki visi keyakinan: cepat atau lambat bangsa ini akan menyadari kembali pentingnya nilai-nilai kewargaan sbg titik temu, titik tumpu, dan titik tuju bersama.

Pada 2011, lahirlah buku Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas , dan Aktualitas Pancasila. Utamanya mengupas dimensi ontologis Pancasila. Di luar dugaan, buku ini mendapat respon meriah: ludes dlm 3 bulan setelah terbit.

Pada 2014, lahirlah buku Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam Perbuatan. Utamanya mengupas dimensi aksiologis Pancasila. Ludes dlm beberapa bulan setelah terbit.

Pada 2015, lahirlah buku Revolusi Pancasila. Mengupas Pancasila sbg kerangka interpretasi utk aksi dan transformasi sosial. Ludes dlm beberapa bulan setelah terbit.

Pada 2018, lahirlah buku Wawasan Pancasila, disusul versi lengkapnya pd 2020, Wawasan Pancasila: Edi Komprehensif. Utamanya mengupas dimensi epistemologis Pancasila. Ludes bahkan saat masih pre-order.

Pada 202O, lahirlah buku Pendidikan yang Berkebudayaan. Mengupas Pancasila sebagai filosopi pendidikan. Ludes saat masih pre-order.

Tantangan selanjutnya, bagaimana Pancasila sbg kisah baik dlm tulisan menjadi kisah baik dlm kehidupan. Tentu tak bisa dikerjakan sendirian. Harus gotong-royong, melibatkan partisipasi segenap komponen bangsa.

Betapa pun buku ini memberi bukti, bahwa manusia adalah apa yang diyakininya. Dan keyakinan akan menciptakan hukum daya tariknya (law of attraction) tersendiri yang akan menggerakkan daya semesta utk mendukung. Selebihnya adalah sejarah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here