
NAMA-nama bakal cawapres yang akan mendampingi capres makin ramai diperbincangkan menjelang tahap pendaftaran pada 19 Sept sampai 25 Okt dan yang diusulkan KPU dipercepat menjadi 7 Okt. Sampai 14 Nov. 2023.
Capres dari PDI-P Ganjar Pranowo bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD, Minggu (10/9) yang diunggah dalam akun Instagram Ganjar dengan teks foto: “Ngopi bareng bikin sore makin asyik”.
Mahfud MD adalah cawapres yang akan mendampingi Jokowi yang maju dalam Pilpres 2019 , namun namanya digeser di menit-menit terakhir sebelum dideklarasikan, digantikan oleh Ma’ruf Amin.
Lobi-lobi oleh tokoh-tokoh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengangkat isu keabsahan keanggotaan Mahfud MD di Nahdlatul Ulama (NU) diduga menyebabkan Mahfud MD urung jadi cawapresnya Jokowi.
Dari konfigurasi politik, ada sejumlah nama cawapres yang muncul dan digadang-gadang media dan publik selain Mahfud MD ada  Menteri BUMN Erick Thohir yang diajukan oleh PAN, Mnparekraf Sandiaga Uno yang ditawarkan PPP untuk mendampingi Ganjar.
Muncul pula nama  Menko Ekonomi Airlangga Hartarto, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jatim Kofifah Indar Parawansa, mantan Panglima TNI Andika Perkasa dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka jika MK memutuskan batas calon usia capres/cawapres diajukan menjadi 35 tahun dari 40 tahun.
Selain pasangan capres/cawapres  Anies Baswedan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) beranggotakan Partai Nasdem, PKB dan PKS yang sudah dideklarasikan, kedua capres lain yakni Ganjar dan Prabowo masih menimang-nimang pilihan bakal cawapres yang akan dijatuhkan.
Kedua capres lainnya yakni Ganjar dan Prabowo masih menimbang-nimbang cawapres dari sisi kesamaan visi dan misi, kecocokan, elektabilitas di segmen tertentu (kaum agama, nasionalis, daerah atau pemilih pemula).
Erick Thohir yang sudah diajukan oleh PAN untuk mendampingi Prabowo misalnya, elektabilitasnya merata di sejumlah daerah dan memiliki kekuatan logistik, Sandiaga Uno digemari ibu-ibu dan pemilih milenial, sementara Mahfud MD kuat di kalangan umat Islam terutama Nahdliyin (warga NU) di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ridwan Kamil yang juga kader Partai Golkar dan namanya cukup moncer di Jawa Barat agaknya akan merapat ke Ganjar walau Ketum Partai Golkar, Â Airlangga Hartarto berada di KIM bersama Prabowo.
Nama selain Mahfud MD seperti puteri alm Presiden ke-4 Gus Dur atau Abdurrahman wahid, Yenny Wahid dan Kofifah juga termasuk nama-nama yang diperhitungkan Ganjar dan Prabowo untuk menggaet 150 juta warga Nahdliyin (NU).
Pilihan warga NU sendiri terbelah karena pengikut parpol yang dulunya berafiliasi dengan mereka yakni PKB terbelah setelah Cak Imin dianggap mengudeta PKB pimpinan Gus Dur, bahkan menurut hasil survei terakhir 21 persen nahdliyin berorientasi pada PDI-P, sekitar 16 persen pada Gerindra dan hanya sekitar 11 persen pada PKB pimpinan Cak Imin.
Jadi, siapa yang nantinya menjadi cawapres Ganjar atau Prabowo masih cair, mengingat elektabilitas mereka juga tidak jauh berbeda satu dan lainnya.
Mari kita tunggu, semoga capres/cawapres terpilih nanti, tokoh yang amanah, berinegritas dan punya greget untuk membasmi korupsi dan segala anomali di panggung politik dan ketata negaraan.




