JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan ada tiga kunci dalam menangani masalah banjir pada Jumat (16/11/2018).
Tiga kunci yang dimaksud Anies adalah siaga, tanggap dan galang. Siaga maksuddnya denganĀ mengirimkan pesan kepada warga bahwa jajarannya dalam posisi siaga dan juga komponen lainnya menghadapi musim hujan harus direspon dengan cepat.
Kemudian untuk tanggap, begitu ada masalah maka bergerak dengan cepat, tidak menunggu masalah terakumulasi. Selanjutnya perlu menggalang kekuatan yang ada, baik di unsur pemerintah maupun masyarakat.
“BMKG menyebut musim hujan akan terjadi sampai Maret. Jadi ini waktu kita harus melakukan langkah antisipasi secara rinci dan detil,” kata Anies.
Dalam catatan Pemprov DKI Jakarta ada 30 titik yang terjadi genangan secara reguler dari tahun ke tahun dan rutin berpotensi hadapi banjir, karena itu perlu untuk mitigasi dilakukan.
“Bukan hanya pengendalian air yang penting, tapi mitigasi atas rekayasa lalu lintas, karena di Jakarta tantangan terbesar adalah pengelolaan pengendalian lalu lintas,” ujarnya, dikutip Antara.
Dari 30 titik rawan banjir itu, dia mengajak untuk mulai konsekuensi terhadap lalu lintas, sehingga bukan hanya terkait air, tapi juga warga yang melintas di tempat itu.




