Cara Sederhana Hindari Ginjal Kronik, Minum Air Putih dan Batasi Konsumsi Gula Garam

Ilustrasi

JAKARTA – Ahli gizi dari PT Kalbe Farma Tbk Airin Levina, S.Gz mengatakan, minum air putih yang cukup dapat mencegah penyakit ginjal kronik.

Selain minum air putih minimal dua liter per hari, juga harus membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak (GGL). Sementara untuk untuk konsumsi gula, Airin mengatakan batas maksimalnya adalah 50 gram atau setara 4 hingga 5 sendok makan per hari.

“Tapi, waspadai juga hidden sugar. Kita makan fast food, soft drink dan minuman lain termasuk kopi yang ditambah gula dan creamer, itu juga gula, harus dibatasi,” ujarnya, dilansir Antara.

Sementara untuk garam, Airin mengatakan batasannya adalah satu sendok teh per hari. Konsumsi garam dalam waktu panjang dan berlebihan akan menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu pencetus penyakit ginjal kronik.

Sedangkan untuk lemak, pilihlah lemak yang baik untuk tubuh berupa lemak jenuh dan Omega 3, dan Omega 6.

Selanjutnya, Airin mengatakan bahwa pencegahan penyakit ginjal kronik juga dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan gizi secara seimbang mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga serat.

Di sisi lain, jika seseorang sudah mengalami gangguan ginjal tahap pra dialisis, maka ia harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai seberapa banyak kebutuhan air yang harus diminum.

Kemudian, Airin juga mengingatkan ada perbedaan soal kebutuhan protein bagi orang sehat, pasien pra dialisis, dan pasien yang sedang menjalani dialisis.

“Kalau yang sehat butuh 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan per saji, kalau pra dialisis 0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per saji, kalau sudah dialisis butuh lebih banyak protein karena ada protein dalam darah yang terbuang selama proses cuci darah, ada yang mengatakan 1,2-1,5 gram per kilogram berat badan per hari,” ujar Airin.

 

Advertisement