BRAZIL – Ilmuwan Brazil pada hari Selasa (29/8/2017) mulai melepaskan jutaan serangga pertama yang terinfeksi bakteri untuk mencegah serangga tersebut mentransmisikan virus dengue ke manusia.
Ribuan nyamuk Aedes aegypti membawa bakteri tersebut dilepaskan di depan wartawan oleh para ilmuwan dari institut Fiocruz di Rio de Janeiro.
Harapannya adalah mereka kemudian akan berkembang biak dan menyebarkan bakteri, mengurangi kemampuan populasi serangga yang menyebarkan virus dengue dan virus lainnya termasuk Zika dan chikungunya.
Para ilmuwan telah mempersiapkan proyek, yang dikembangkan oleh orang Australia yang pertama kali memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam nyamuk sejak tahun lalu.
Demam berdarah menyebabkan demam, ruam, mual dan dalam beberapa kasus bisa berakibat fatal, sementara Zika telah dipersalahkan sebagai salah satu penyebab cacat lahir yang serius.
Pada tahun 2016, kekhawatiran terhadap Zika menyebabkan badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan keadaan darurat kesehatan internasional, yang berakhir pada bulan November.
Fiocruz berencana melepaskan 1,6 juta nyamuk yang terinfeksi seminggu, kemudian melangkah hingga tiga juta.
“Kami menemukan bahwa ketika seekor nyamuk Aedes aegypti memiliki (bakteri) ini, ia menghambat atau mengurangi kapasitas nyamuk untuk menularkan virus seperti demam berdarah, Zika dan chikungunya,” kata kepala program demam berdarah di Fiocruz, Luciano Moreiro.
“Jadi idenya adalah ketika dilepaskan, mereka akan menularkan hal ini, seolah-olah mereka mengimunisasi nyamuk lainnya dan karena itu transmisi akan berkurang.” tambahnya, dilansir AFP.





