BANGLADESH – Bangladesh mulai membangun pagar kawat berduri di sekitar kamp-kamp pengungsi Rohingya untuk mencegah perdagangan ilegal pengungsi.
Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan Kamal mengatakan selain itu, dilakukan juga pemasangan menara pengawal dan kamera CCTVÂ untuk memperkuat pengawasan terhadap warga Rohingya dan kamp-kamp pengungsi.
Dalam beberapa bulan terakhir, risiko perdagangan warga Rohingya ke Malaysia meningkat secara signifikan melalui Teluk Benggala.
“Pengawasan di kamp tetap sesuai kebutuhan dan inisiatif telah diambil sesuai dengan instruksi dari Perdana Menteri Sheikh Hasina,” ujar Kamal.
Para pengungsi dan kelompok hak asasi Rohingya mendesak pemerintah untuk tidak membangun pagar kawat berduri di sekitar kamp dengan alasan pelanggaran hak-hak pengungsi.
“Kami memahami bahwa Bangladesh memiliki kepedulian terhadap keamanan nasionalnya, tetapi kami bukan ekstrimis yang harus terus diawasi. Kami adalah korban genosida dan berlindung untuk menyelamatkan hidup kami,” kata Myo Thant, seorang pengungsi di kamp Cox’s Bazar, kepada Anadolu Agency.
Dia menambahkan bahwa menempatkan pagar kawat dapat menyebabkan gangguan psikologis dan mental, dan itu lebih mirip dengan kamp konsentrasi daripada menjaga keamanan kamp.





