JAKARTA – Usia lima tahun pertama pada anak-anak dianggap sebagai masa-masa penting pertumbuhan. Kekurangan atau kelebihan nutrisi di masa-masa itu berisiko kepada tidak tercapainya potensi pertumbuhan optimal.
Selain itu, membawa efek jangka panjang pada kesehatan, performa di sekolah, dan di dunia kerjadi masa depan. Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah anak mengalami stunting.
Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam waktu lama. Hal tersebut terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.
Porsi Makan Anak
Pakar gizi anak Leona Victoria Bsc, MND mengatakan bahwa sebaiknya anak-anak dalam usia satu hingga lima tahun makan dengan porsi yang tepat.
“Untuk anak-anak saya rekomendasikan porsi Isi Piringku dibagi tiga sama rata antara protein, karbohidrat, dan sumber serat,” kata Leona, Selasa (16/2/2021).
Sementara untuk buah, sebaiknya diberikan sebagai kudapan anak. Sehingga, anak punya pilihan snack yang sehat juga.
Kebutuhan kalori karbohidrat dan protein untuk anak-anak berbeda-beda sesuai usia, jenis kelamin, serta tingkat aktivitas anak. Semakin aktif kegiatan seorang anak maka semakin tinggi asupan kalori yang dibutuhkan.





