Cek SGPT dan SGOT Jadi Rujukan untuk Pasien Bergejala Hepatitis Misterius

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut virus hepatitis akut misterius menular melalui asupan makanan yang masuk melalui mulut.

Budi menyarankan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan seperti rajin mencuci tangan.

Lebih lanjut, Budi menuturkan virus ini mayoritas menyerang balita dan anak-anak di bawah usia 16 tahun.

Adapun ciri-ciri orang yang terjangkit virus ini di antaranya mengalami buang air besar yang disertai dengan demam.

Budi mengatakan pengecekan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) dan Serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) perlu dilakukan bagi masyarakat yang terjangkit virus ini.

“Itu di cek SGPT dan SGOT-nya kalau sudah di atas 100 di-refer (dirujuk) ke fasilitas kesehatan terdekat. SGPT dan SGOT normalnya di angka 30-an,” tutur Budi.

Diketahui, saat ini Kementerian Kesehatan tengah melakukan koordinasi dan diskusi dengan WHO dan beberapa negara di Eropa untuk mencari tahu penyebab penyakit misterius tersebut.

“Kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya hepatitis akut ini. Penelitian dilakukan bersama-sama agar bisa dideteksi cepat penyakit ini,” jelasnya, dilansir CNNIndonesia.com.

 

Advertisement