CIANJUR – Gempa yang terjadi di Cianjur telah menghilangkan bangunan sebuah kafe AR7 (ARSeven) Coffee Corner dimana seluruh orang yang ketika itu ada di dalamnya pun ikut hilang.
Kafe yang terkenal dengan pemandangan alamnya dan kerap jadi tempat nongkrong anak muda juga turut jadi korban.
Pengelola Arseven Coffee Corner, Jejen Zaenudin menuturkan, saat terjadi longsor kafe yang sudah berdiri sejak tahun 2019 ini terdapat 6 orang di dalamnya. Jumlah tersebut terdiri dari 2 orang barista, 2 orang pekerja bangunan, dan 2 pengunjung.
Seluruh korban hilang tertimbun longsoran tanah. Hingga Senin (28/11) korban yang baru ditemukan satu orang, atas nama Ahmad kamaludin (26). Sedangkan lima orang lainnya masih hilang atas nama Muhammad Irfan Rifai (29) karyawan, Papat (50) dan Uloh (50) pekerja bangunan, Putri Ellen (22) dan Hanif Pratama (23) pengunjung.
“Sebetulnya yang kerja ada enam orang. Tapi satu orang sedang libur, satu lagi sedang ke pasar,” imbuh Jejen.
Ia menyebut saat kejadian dirinya tengah berada si rumah dan berencana mendatangi kafe untuk membawa bahan keperluan di sana. Usai gempa, Jejen dikabari oleh pemilik Restoran Shinta bahwa Kafe Arseven terkena dampak longsoran. Bergegas Jejen menuju lokasi kejadian. “Saat sampai ternyata sudah tertutup dan tidak ada sisa sama sekali,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan kafe tersebut masih dimiliki oleh pemilik yang sama dengan Restoran Sate Shinta yang berada di sebelah Kafe Arseven. Jejen mengaku hanya bertindak sebagai pengelola dan membuat branding sendiri.
Jejen menuturkan dirinya setiap hari datang ke lokasi untuk mengecek kabar terbaru para korban. Ia berharap para korban termasuk karyawannya segera dapat ditemukan. “Mudah-mudahan cepat ketemu. Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk para keluarga,” ucap Jejen.
Dirinya mengakui sebelumnya memiliki kekhawatiran terjadi longsoran pada kafenya. “Sering khawatir terjadi longsor, apalagi saat hujan lebat. Tapi ternyata longsor justru terjadi saat cuaca cerah. Memang musibah tidak ada yang tahu waktunya,” kata Jejen.





