Cerita Painah, 40 Tahun Menjadi Kuli Gendong di Pasar

JAKARTA – Siang itu Mbah Painah hanya duduk di sebelah lapak milik temannya di dalam gedung Pasar Kranggan Yogyakarta. Sebagai seorang juru gendong, Sesekali ia melempar tawa kecil saat mendengar canda-gurau kedua temannya.

Di pasar Painah terkenal dengan pribadi yang kalem, menurut rekan sejawatnya Painah sudah 40 tahun bekerja sebagai kuli gendong. Kini usia Painah telah 70 tahun.

“Anakku ada 2, perempuan semua. Yang satu jadi kuli gendong seperti aku. Satu lagi jualan nasi,” tutur Mbah Painah dalam bahasa Jawa seperti dilansir Tribun Jogja (23/2).

Kedua anak Mbah Painah sudah menikah bukan berarti kondisi ekonominya lebih baik.

“Menantuku kerja jadi kuli bangunan. Dia juga yang mengantar dan menjemput aku tiap hari,” tambah perempuan renta berperawakan kecil ini.

Setiap harinya, Mbah Painah bangun jam 2 pagi untuk membantu anaknya menyiapkan bahan dagangan. Satu jam sebelum adzan subuh berkumandang Painah diantar ke pasar hingga jam 4 sore.

Selain menjadi buruh gendong, Painah juga bekerja sebagai pencuci piring di lapak salah satu temannya. Pekerjaan itu ia lakoni saban pukul 11.00 WIB.

“Painah kalau siang biasa bantu Bu Sri asah-asah (cuci-bersih, red). Bayarannya juga sudah dijatah,” ujar Bu Nunuk, teman Bu Painah lainnya yang berprofesi sebagai penjahit pakaian.

Advertisement