China Akhirnya Izinkan Tim WHO

China akhirnya izinkan tim Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk menginvestigasi asal-usul penyebaran virus Covid-19 yang berawal dari kota Wuhan, Prov. Hubei, China, medio Desember 2019.

TIM beranggotakan 10 orang Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya diizinkan untuk berkunjung dan melakukan investigasi ke China terkait asal-usul Covid-19 yang pertama kali terlacak di Wuhan, Provinsi Hubei, medio Desember 2019.

Walau pun sudah diberi lampu hijau oleh pemerintah China, rencana keberangkatan tim sempat tertunda karena visa masuk tak kunjung diterbitkan oleh otoritas negara itu dengna alasan yang tidk jelas.

Sikap otoritas China tersebut justeru ditunjukkan pada menit-menit terakhir menjelangkeberangkatan mereka, sehingga memicu teguran dari Dirjen WHO Thedor Adhanom Gheberyesus.

Adhanom mengaku kecewa karena sebagian anggota tim sudah di tengah perjalanan sementara Menlu China Hua Cunying berkilah bawah hal itu terjadi Cuma akibat kesalahpahaman. Sebelumnya AS dan Australia telah memimpin seruan internasional untuk mendesak China untuk melakukan penyelidikan secara independen tentang asal-usul virus corona.

Hal itu menempatkan China di bawah tekanan internasional yang cukup besar di tengah meningkatnya seruan agar otoritas negara itu menujukkan akuntabilitasnya.

Sebaliknya, pemerintah China telah memuji penanganan wabah Covid-19 dan menepis  berbagai kritik dari pihak luar  dan pejabat pemerintah telah berulang kali mengatakan bahwa isu virus corona adalah “masalah ilmiah” dan bahkan  memunculkan teori bahwa virus berasal dari luar China.

Tudingan keras juga pernah dilontarkan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan, virus corona sengaja diproduksi oleh laboratorium milik pemerintah China di Wuhan walau hal itu dibantah sendiri oleh dinas intelijen AS yang menyimpulkan, virus bukan buatan manusia, walau tidak bisa dinafikan, bisa saja akibat kelalaian di lab.

Kecurigaan AS bahwa China bersikap tertutup saat virus sudah menyebar di Wuhan, sehingga dunia terlambat bereaksi untuk menanganinya, masih terus dilontarkan dan pihak AS sendiri akan terus mengusutnya sampai tuntas.  (AFP/ns)

 

 

Advertisement