PADANG – Bertepatan dengan peringatan hari ibu, Rabu (22/12/2015), para ibu-ibu di balik jeruji, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Muaro, Padang, juga mendapat ucapan ‘selamat hari ibu,’ sama dengan ibu lainnya yang hidup di luar tahanan.
Di hari nan istimewa ini, mereka warga binaan yang kebanyakan ibu muda ini awalnya terpaku sedih, mereka mengenang anak-anak yang tengah mereka tinggalkan di rumah, akibat kekhilafan mereka akan dunia.
Banyak di antara mereka yang rindu untuk mendekap sang anak, namun apadaya, ada sangsi yang mesti mereka patuhi sebagai warga yang taat hukum.
“Awalnya, mungkin saya dan teman-teman yang lain benar-benar tersiksa oleh kondisi ini. Lambat laun, kami mulai terbiasa. Karena keluarga merupakan ikatan yang tak pernah pudar, mereka selalu setia menunggu kepulangan saya ke rumah,” ungkap Ibu Lid, salah satu warga binaan Lapas, menuangkan isi hatinya kepada KBK.
Bu Lid dan warga binaan lainnya yang rata-rata masih berumur 30 tahun ini, merasa senang dengan kedatangan tim edukasi dari Dompet Dhuafa Singgalang (DDS) bersama tim Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumbar yang berbagai ilmu tentang pentingnya menyusui dalam rangka Hari Ibu.
Diakui Bu Lid, jiwa sosial mereka kembali hidup dengan kedatangan lembaga dan komunitas yang menyisihkan waktu untuk berbagi bersama mereka.
Dr. Ulya Uti Fasrini mengatakan, dengan menjadi tahanan terkadang beribu kali lebih baik memberikan perhatian pada anak, meski jarang bisa bertemu, di banding ibu-ibu yang di luar yang terkukung dunia kerja dan profesi.
“Kesibukan mereka akan membuat mereka lupa dan memiliki waktu terbatas untuk menjamah anak mereka,” ungkap dr. Ulya kepada KBK.
Sesi sharing ini berhasil melelehkan suasana hati 51 warga binaan wanita dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Muaro, Padang – Nisa




