spot_img

Concorde, Lahir Lebih Cepat di Eranya

PESAWAT penumpang supersonic Concorde buatan patungan Inggeris dan Perancis yang terbang perdana pada 2 Maret 1969 dan dipensiunkan pada 2003 selain berusia pendek agaknya juga lahir terlalu dini di eranya.

Sempat diproduksi 20 unit (1965 – 1979), Concorde dengan kecepatan terbang di atas kecepatan suara sampai  2,04 Mach (sekitar 2.200 Km per jam) a.l. dioperasikan oleh British Airways, France Airlines dan Singapore Airlines untuk rute jarak jauh antarbenua.

Dibandrol dengan harga 140 juta poundsterling atau setara Rp2,7 triliun per unit, dengan konfigurasi sayap delta dan revolusi mesin afterburner (pembakaran ulang dalam sistem mesin jet), awalnya Concorde dikembangkan untuk pesawat bomber strategis Inggeris, Avro Vulkan.

Industri pesawat terbang Inggeris, Bristol Airspace Corp. menggandeng Sud Aviation, Perancis untuk merancang Concorde guna menyaingi jenis-jenis pesawat komersial yang saat itu didominasi Boeing, AS dan konsorsium Eropa, Airbus Industries.

Penerbangan komersial perdana Concorde dilakukan oleh British Airways dan Air France pada 2 Januari 1976 dan berakhir pada 24 Oktober 2003,  sedangkan penerbangan perpisahan pada 26 November tahun sama.

Selain tak ramah lingkungan akibat sonic boom atau suara menggelegar saat pesawat terbang memacu mesinnya pada kecepatan supersonic, polusi dan kebisingan saat tinggal landas dan tingginya konsumsi bahan bakar serta krisis minyak global pada 1973,  ikut mempercepat kematian Concorde.

Sonic boom pada kecepatan supersonic bisa mengakibatkan kerusakan di darat seperti pecahnya kaca-kaca pintu atau jendela, menganggu lingkungan dan habitat satwa, sehingga pesawat hanya bisa dioperasikan untuk penerbangan jarak jauh melintasi samudera.

Kelebihan Concorde, menyingkat waktu, hanya 2,5 jam penerbangan Paris ke  New York yang dengan pesawat jet biasa (Boeing B747 atau Airbus A330 dan seri lainnya) sampai tujuh jam, namun harga tiketnya berlipat ganda (9.000 dollar AS pp atau sekitar Rp132,7 juta) dibandingkan Rp13 jutaan dengan pesawat biasa.

Hidung Concorde bisa Ditekuk

Keunikan Concord, bagian hidungnya yang dapat ditekuk sampai sudut 30 derajat,  bukan sekedar  asesoris, tetapi gerakan ini  perlu dilakukan saat hendak mendarat agar hidung pesawat tak menghalangi pandangan pilot ke arah landasan.

Dengan empat mesin turbojet Rolls Royce dan Snecma Olympus 593, dilengkapi reversers dorong dan afterburner, menghasilkan daya ekstra saat take-off dan transisi dari kecepatan subsonic ke supersonic.

Penerbangan terakhir Concorde dengan rute Bandara Internasional John F Kennedy, New York, Amerika Serikat (AS) menuju Bandara Heathrow di London, Inggris pada 28 November 2003.

Legenda pesawat Concorde terhenti akibat kecelakaan fatal karena kegagalan mekanik  pesawat Air France AF4590, menewaskan 113 termasuk sembilan awaknya dan empat orang di darat pada 25 juli 2000 sehingga jenis pesawat ini digrounded sekitar setahun, disusul kecelakaan berikutnya pada 2003.

Akibat biaya operasional yang tinggi tapi penjualan tiket terus menurun, Air France selaku operator Concorde menghentikan operasinya pada Mei 2003 disusul British Airways dan Singapore Airlines .

Selama 20 tahun pertama penerbangan komersialnya, Concorde mengangkut 3,7 juta penumpang dengan rata-rata 200.000 jam terbang, dua pertiganya (140.000 jam) pada kecepatan supersonik.

Uni Soviet di tengah persaingan di era Perang Dingin, juga tidak mau kalah,  membuat pesawat TU-144 yang bentuknya mirip-mirip Concorde sehingga dijuluki Konkordski (Concorde Soviet).

Berkecepatan 2,3 Mach dan berkapasitas 140 orang, TU-144 yang merupakan satu-satunya pesaing Concorde dan diduga disainnya dicuri oleh Dinas Rahasia Soviet (KGB), sempat digunakan untuk melayani penerbangan sipil di wilayah negara beruang merah itu.

TU-144 bahkan lebih dulu terbang perdana (30 September 1968) dari Concorde, namun malang, jenis pesawat ini  jatuh pada Paris Air Show 1973 sehingga produksinya  tertunda dan baru melayani penumpang dua tahun setelah Concorde beroperasi.

Versi lain TU-144 yang ditingkatkan jatuh saat ujicoba pada Mei 1978, namun penggunaannya diteruskan untuk melayani  55 penerbangan komersial di dalam wilayah Soviet sebelum digunakan sebagai pesawat cargo hingga 1983.

Walau tampilannya mirip dan aerodinamikanya lebih baik,  sebagian teknologi TU-144  seperti sistem kontrol, navigasi dan mesin, sistem pengereman dan kontrol mesin, dinilai pihak Barat tertinggal  jauh dari Concorde.

Sejumlah insiden dialami TU-144, misalnya pembatalan tiga penerbangan setelah penerbangan perdana diduga akibat gangguan teknis dan tercatat 102 kali gangguan teknis, 80 diantaranya cukup serius, sehingga penggunaanya sebagai pesawat penumpang distop pada  Juni 1978.

Sejauh ini walau penelitian terus dilakukan, belum ada tanda-tanda tergantikannya jenis pesawat penumpang supersonic seperti Concorde atau TU-144 dalam waktu dekat ini.

Agaknya kendala teknologi seperti tidak ramah lingkungan dan penggunaan  bahan bakar yang boros membuat penerbangan komersial dengan kecepatan supersonic atau di atas kecepatan suara belum menjadi pilihan. (Berbagai sumber/ns)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

n

 

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles