Cordofa Siap Hadirkan Dakwah Transformatif di Nusantara

Rangkaian agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dai Pemberdaya Dompet Dhuafa dan Capacity Building Dai Pesantren Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa yang diadakan Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) di Pendopo Siliwangi, Desa Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, telah sampai di hari terakhir, Jumat (27/10/2023). (Foto: Cordofa)

SERANG – Sejumlah kegiatan menjadi penutup kedua agenda tersebut yaitu Pelatihan dan Simulasi Pembuatan Berkas Permohonan Bantuan Mualaf dipandu oleh Mudir Pesantren Mualaf Indonesia Ustaz Muhammad Labib, materi Manajemen Program Pemberdayaan oleh tim Ekonomi Dompet Dhuafa Udhi Tri Kurniawan dan Hana, serta Penampilan Seni dan Budaya Pencak Silat Banten dari komunitas lokal.

Tak hanya itu, di hari kepulangan pada Sabtu (28/10/2023), para dai mengikuti sesi penutupan bersama para pimpinan Cordofa, di antaranya Officer Program Dakwah Nasional Ustaz Awang Ridwan Suhaedi, Mudir Pesantren Mualaf Indonesia Ustaz Labib, Koordinator Respons Dakwah Ustaz Aris Alwi, dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Hong Kong Ustaz Fajar Shofari Nugraha.

Seluruh peserta turut melakukan khataman Al-Qur’an sebanyak 21 kali setelah setiap dai membaca sebanyak 1 juz Al-Qur’an setiap harinya selama kegiatan berlangsung, mushafahah atau saling berjabat tangan, dan berfoto bersama sebelum bertolak menuju ibukota.

Para Dai Pesantren Mualaf Indonesia Dompet Dhuafa antusias mengikuti sesi pengajuan berkas permohonan bantuan mualaf mengingat pentingnya materi tersebut sebagai bekal para dai membantu mengatasi persoalan setiap mualaf binaan secara solutif dan konstruktif di masing-masing cabang.

Udhi mengatakan bahwa hal mendasar dari suatu proses pendampingan adalah mengubah mindset atau pikiran masyarakat yang berada di lokasi pemberdayaan.

Para dai didorong agar menghindari pembuatan program yang akan menimbulkan ketergantungan terhadap bantuan dan mindset transaksional di pikiran warga pemberdayaannya.

Lebih jauh, ia menjelaskan sejauh mana peranan dai pemberdaya dalam pemberdayaan masyarakat ditentukan dari sejauh mana pula dai ingin terlibat, serta langkah menentukan target suatu program dengan metode identifikasi dampak dari program yang akan digarap.

Komunitas seni dan budaya Desa Cinangka menghadirkan ragam pertunjukan Pencak Silat Banten dengan iringan lagu tradisional penghormatan khas Serang yang ditujukan kepada segenap insan Dompet Dhuafa dalam sesi jamuan penutup yang dihadiri Kepala Desa Cinangka, Pimpinan Pesantren Nurul Falah Haramain yang bertempat di Pendopo Siliwangi tersebut yakni Ustaz Taufik Hidayat, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

“Saya ucapkan terima kasih, ini suatu kebanggaan bagi kami Desa Cinangka dijadikan tempat Rakernas. Saya berharap Desa Cinangka ini banyak ustaz (dan) banyak santri, kalau banyak santri banyak ustadz maka berkahnya ke kita (warga) juga. Saya merasakan betul Dompet Dhuafa sangat memperhatikan Desa Cinangka,” ucap Kepala Desa Cinangka dalam sambutannya. (Cordofa)

Advertisement