
BEKERJA di luar akal sehat dan nalar, itulah paranormal! Tapi ironisnya banyak yang percaya sampai mau keluar uang berjut-jut untuk membeli “kehebatan” tersebut. Maka ketika terjadi wabah Corona yang mendunia sekarang ini, kalangan paranormal pun ambil bagian. Di Pemkab Belitung Provinsi Bangka Belitung dan di Surabaya, paranormal mencoba berpartisipasi untuk menghalau virus mematikan itu. Di Belitung sudah berjalan, tapi Ki Sabdo Jagad Royo tak digubris Walikota Tri Rismaharini, Gubernur Khofifah bahkan Presiden Jokowi.
Normal itu barang lumrah, lazim dan memang seperti itu. Maka sesuatu yang tidak lazim, tidak lumrah, disebut abnormal. Celakanya, sebutan abnormal juga ditabalkan kepada orang gila atau kenthir istilahnya orang Yogya-Solo. Maka orang lebih senang dipanggil paranormal ketimbang disebut abnormal.
Apa pula itu paranormal? Dalam bahasa Yunani, para itu mengandung makna di luar. Maka paranormal bisa diartikan: di luar normal. Dan dukun kebatinan disebut paranormal karena pekerjaan mereka di luar kenormalan. Sekaligus istilah ini meningkatkan prestise bagi mereka, karena mereka lebih senang disebut paranormal ketimbang dukun. Sama halnya pembantu, dia akan lebih terhormat dipanggil asisten rumahtangga.
Paranormal memang punya penglihatan, tepatnya penerawangan, di luar manusia pada umumnya. Orang lumrah melihat pohon beringin itu biasa saja, jika ada yang menganggap istimewa tentunya hanya orang-orang Golkar saja, karena itu jadi lambang partainya. Sebagian dari mereka, karena begitu loyalnya pada “pohon beringin” bisa duduk di Senayan dengan segala fasilitasnya.
Tapi bagi kalangan paranormal, di balik pohon beringin itu bisa saja terlihat ada yang mbahureksa (penghuninya), jin setan peri prayangan atau makhluk halus. Bagi mereka yang percaya, hal ini akan dimanfaatkan, bahkan bisa juga untuk mencari uang. “Anak sampeyan sakit melulu, itu karena diganggu jin penunggu di pohon beringin itu.” kata sang paranormal.
Maka untuk mengusirnya, diperlukan biaya pembeli kembang, kemenyan, jasa ritual, dengan sejumlah uang. Jika orangtua si anak percaya, tak segan-segan mengeluarkan uang untuk sang paranormal. Celakanya banyak juga paranormal yang pasang tarif. Ada yang beralasan, katanya air penolak bala itu dikumpulkan dari 7 mata air berbagai sungai.
Itu masih mending! Banyak pula paranormal yang kemudian terjebak jadi dukun cabul. Dia mengaku sebagai paranormal, tapi begitu ketemu pasien mulus nan kenyal, yang disasar justru alat vital. Buka saja Mbah Google, betapa banyak dukun ditangkap polisi karena mencabuli para pasiennya, bahkan sampai halim non PK.
Adalah dukun, eh paranormal Ki Sabdo Jagad Royo dari Surabaya. Dia melihat bahwa virus Corona yang mewabah sejak Maret lalu, sebetulnya telah dilihat dari mata batinnnya sejak awal Februari. Dia mengaku, berkat hubungan langsung dengan Sang Pencipta, sudah menemukan obatnya. Namanya bukan Vigan maupun Chlorokuin, tapi Wu Corn. Jangan salah, Wu Corn beda jauh dengan Pop Corn yang gurih buat makanan iseng itu.
Sebelum mewabah, Ki Sabdo sudah menyurati Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jatim Khofifah Endar Parawansa, dan juga Presiden Jokowi. Dia siap membasmi penyakit yang tengah melanda dunia itu. Tapi sayangnya, surat Ki Sabdo tak ada yang menggubris, apa lagi membeli obat penolak bala-nya. Bagaimana mau mempercayainya, wong namanya saja mirip berondong jagung.
Ya iyalah, jaman milenial begini kok masih percaya paranormal. Bung Karno dulu sebelum tahun 1960-an pernah dikadali Raja Idrus dan Markonah permaisurinya. Mereka mengaku raja dan ratu dari suku Anak Dalam, Lampung. Tapi ternyata di Lampung Idrus hanya tukang becak dan Markonah WTS asal Tegal. Nah, masak Jokowi yang mengaku penerus Trisaktinya Bung Karno mau percaya hal-hal begituan. Nanti apa kata dunia?
Maka jika masih optimis dengan Wu Corn-nya, mendingan Ki Sabdo bekerja sama dengan Bupati Belitung saja. Karena Sahani Saleh adalah satu-satunya bupati yang gencar mengusir Covid-19 dengan mengerahkan paranormal. Tak jelas, mereka dapat imbalan, atau sekedar kerja sosoal belaka. (Cantrik Metaram)




