Covid-19 Selesai 10 Tahun?

Sekolah tatap muka yang dibatasi, sekolah jarak jauh, semuanya menurunkan mutu pendidikan.

MANTAN Wapres Jusuf Kalla sekaligus Ketua PMI memprediksi, sampai akhir April 2021 mendatang, bisa-bisa korban Covid-19 mencapai angka 2 juta. Dan begitu parahnya jumlah warga negara yang terpapar Corona, Bloomberg pengusaha dari AS juga memprediksi, vaksinasi Covid-19 di Indonesia baru akan selesai 10 tahun. Masak sih? Padahal Presiden Jokowi menargetkan, vaksinasi untuk 181 juta rakyat selesai dalam waktu 1 tahun saja.

Kenapa Jusuf Kalla dan Bloomberg kompak “menakut-nakuti” rakyat? Mereka memang bukan asal bicara, tapi semuanya berdasarkan data. Demikian juga pemerintah, berani pasang target setinggi itu juga karena ada hitung-hitungannya. Semoga saja hitung-hitungan pemerintah yang benar. Sebab jangankan 10 tahun, hampir mendekati setahun saja (Maret 2020-Januari 2021), kondisi tanah air sudah begini. Ekonomi menjadi morat-marit, bahkan banyak pula sarjana ekonomi yang ikutan morat-marit ekonominya gara-gara terkena PHK.

Mulai Januari lalu vaksinasi Covid-19 mulai dilakukan. Karena masih awal, dalam sehari baru bisa menyelesaikan 64.187 dosis, dari target 1 juta sebagaimana permintaan Presiden. Karena fakta inilah maka Bloomberg memprediksi, bila begini kerjanya, 10 tahun baru selesai vaksinasi untuk 181 rakyat. Kata dia, India dan Rusia juga seperti itu, pekerjaan lamban karena kurangnya tenaga kesehatan dan persediaan barang.

Sebagaimana Bloomberg, mantan Wapres Jusuf Kalla mengingatkan, akibat disiplin masyarakat yang kurang dalam hal protokol kesehatan, pemerintah jangan sampai lengah. Sampai Selasa hari ini (09/02) korban terpapar Covid-19 mencapai 1.174.779. Bila penambahan tiap harinya mencapai 12.000 sampai 14.000, sampai akhir April 2021 dipastikan sudah tembus angka 2 juta. Itu artinya, semakin panjang rentang waktunya akan semakin banyak korban baru.

KSP Muldoko rupanya kesal juga akan prediksi Bloomberg tersebut, sehingga berujar, “Suruh ke sini orang itu, biar belajar bagaimana Indonesia mengatasi Corona.” Maklum, Bloomberg tidak tahu persis bagaimana RI punya kiat untuk  mengatasi pandemi Corona. Selain berbagai merk vaksin sudah dikuasai (diborong?), pemerintah akan memproduksi sendiri vaksin mulai tahun 2022.

Makanya Jubir Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi berani menggarisbawahi janji Muldoko. Kita mulai vaksinasi pertengahan Januari 2021, sehingga diperkirakan selesai paling lambat Maret 2022. Untuk gelombang ke-1 Januari-April 2021 sasarannya 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi, serta 17,4 juta petugas pelayanan publik. Pada gelombang ke-2 bulan  April 2021 hingga Maret 2022 yang disasar 63,9 juta masarakat yang beresiko tinggi  serta 77,4 juta masarakat daerah klaster.

Di era Menkes Terawan vaksinasi untuk rakyat dilakukan untuk 161 jiwa. Tapi di era Budi Gunadi Sadikin, dinaikkan menjadi 181 juta. Vaksin dengan berbagai merk dibutuhkan sebanyak 426 juta (untuk 2 kali suntikan), termasuk cadangan sebanyak 15 persen. Dulu target vaksinasi untuk para muda usia 18 taun hingga 59 tahun saja. Tapi kini kakek nenek usia 60 tahun ke atas alias para anggur kolesom (baca: orangtua) yang jumlahnya sekitar 21,5 juta juga bisa divaksin.

Semoga saja target dan perhitungan pemerintah tidaklah meleset. Sebab hingga kini belum jelas benar kapan Covid-19 akan berakhir. Baru jalan hampir setahun saja sudah bikin perekonomian morat-marit, bagaimana pula jika sampai satu dekade, yang berarti tahun 2031 baru selesai.

Gara-gara Covid-19, dunia pendidikan juga terdampak. Sampai-sampai Mendibud Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran bahwa Ujian Nasional 2021 ditiadakan. Seleksi kelulusan diserahkan pada sekolah masing-masing. Dan gara-gara ini pula, Bupati Boyolali Seno Samodra mencemaskan mutu pendidikan di Indonesia pasca Corona. Akibat sekolah sistem daring, anak didik jadi kurang pengawasan oleh guru. Maka jangan heran nantinya, anak SMA ilmunya seperti anak SMP, sedangkan anak SMP mutunya seperti anak SD, sementara anak SD daya nalarnya masih seperti anak TK. (Cantrik Metaram)

 

Advertisement